Senin, 15 Jun 2026 08:54 WIB

Erupsi Gunung Merapi Berkaitan Gempa Sleman?

Gunung Merapi (foto: Antara)
Gunung Merapi (foto: Antara)

jatimnow.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diketahui mengeluarkan satu kali awan panas letusan dengan tinggi kolom satu kilometer pada Minggu (17/11/2019).

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi setelah gempa dengan magnitudo 2,7 mengguncang Sleman, DIY, pada sehari sebelumnya, Sabtu (16/11) pukul 02.54 Wib. Menurut dia, pusat gempa tersebut berada di sekitar Gunung Merapi.

Baca Juga: Kembali Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Selimuti 19 Desa di Magelang

"Episenter terletak pada koordinat 7,63 LS (lintang selatan) dan 110,47 BT (bujur timur), tepatnya di darat pada jarak 10 km arah selatan dari puncak Merapi pada kedalaman 6 km. Jadi, episenter gempa ini sangat dekat dengan puncak Merapi," ujar Daryono.

Adakah kaitan antara erupsi Merapi pada pagi hari ini dengan gempa tersebut? Dia menjelaskan, erupsi Merapi pada 14 Oktober 2019 lalu juga didahului serangkaian aktivitas gempa tektonik yang berpusat di sekitar Merapi.

"Aktivitas peningkatan vulkanisme memang sensitif dengan guncangan gempa tektonik," kata dia.

Secara tektovolkanik, lanjut dia, aktivitas gunung berapi dapat meningkatkan aktivitas vulkanisme. Namun, ada syaratnya. Gunung api tersebut mesti dalam kondisi sedang "aktif."

"Kondisi magma sedang cair dan kaya akan produksi gas. Dalam kondisi seperti ini, erupsi gunung api mudah dipicu gempa tektonik," ucap Daryono.

Baca Juga: Luncurkan Awan Panas, Sejumlah Wilayah Lereng Gunung Merapi Dilanda Hujan Abu

Dia mencatat, pada 2001 dan 2006 lalu, erupsi Gunung Merapi juga didahului aktivitas gempa tektonik. Sebagai perbandingan, di Jepang erupsi Gunung Unzen dan Gunung Pinatubo pada 1990 juga dipicu gempa tektonik.

Gempa tektonik dapat meningkatkan stress-strain yang lantas berpotensi memicu perubahan tekanan gas di kantong magma suatu gunung berapi. Alhasil, dia mengatakan, akumulasi gas pun terjadi. Hal ini lantas memicu terjadinya erupsi.

Terkait kasus erupsi Gunung Merapi pada hari ini, dia menegaskan perlu adanya kajian empiris untuk lebih dapat memastikan.

"Namun demikian, perlu ada kajian empiris untuk membuktikan kaitan ini," simpul dia.

Baca Juga: Kuba Lava Tengah Kawah Puncak Gunung Merapi Terus Tumbuh

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.