Selasa, 23 Jun 2026 17:46 WIB

Ingin Kecilkan Lingkar Perut, Coba Cara ini

Polisi gendut di Polda Jatim dan jajaran jalani pengecilan lingkar perut di SPN Mojokerto beberapa waktu lalu
Polisi gendut di Polda Jatim dan jajaran jalani pengecilan lingkar perut di SPN Mojokerto beberapa waktu lalu

jatimnow.com - Jangan sepelekan jika anda atau orang terdekat memiliki lingkar perut yang besar. Bagi penduduk Indonesia, lingkar perut laki-laki lebih dari 90 sentimeter dan perempuan lebih dari 80 sentimeter cenderung berisiko mengidap sindrom metabolik.

"Orang dengan lingkar perut besar pasti status gizinya lebih berisiko. Kelebihan berat badan ini bisa dikurangi dengan pengaturan pola makan dan melakukan latihan fisik," kata pakar gizi Rita Ramayulis pada acara 'Soyjoy Nutritionist Gathering 2019'.

Baca Juga: HCML dan PMI Gelar Donor Darah, 71 Kantong Darah Terkumpul

Rita menjelaskan, sindrom metabolik adalah kumpulan berbagai gejala perubahan reaksi kimia dalam tubuh yang meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit kardiovaskuler. Kondisi itu merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Besarnya lingkar perut adalah satu dari empat gejala tersebut. Faktor risiko lain yaitu peningkatan kadar glukosa darah, peningkatan tekanan darah, serta perubahan profil dari lipid darah (kolesterol, LDL, dan trigliserida).

Selain makan dengan nutrisi seimbang, Rita menyarankan peningkatan aktivitas fisik rutin setiap hari. Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) itu menjelaskan, aktivitas fisik dilakukan dengan meningkatkan denyut jantung.

Contohnya, berjalan kaki dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya (tidak termasuk jalan santai), senam bersama, atau peregangan. Apabila tidak sanggup melakukan aktivitas fisik, Rita menyarankan pindah ke latihan fisik.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

"Bedanya, gerakan pada latihan fisik ada strukturnya, ada frekuensinya, ada durasi, dan tempo. Lakukan minimal tiga sampai empat kali sepekan supaya status gizi normal. Kalau mau bagus, lakukan keduanya, aktivitas dan latihan fisik," ujarnya.

 

Lihat Artikel Asli

Baca Juga: Upaya Dinkes Kota Kediri Kendalikan Penyakit Paru Obstruktif Kronik dan Asma

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

 

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.