Minggu, 14 Jun 2026 11:34 WIB

Tiga Hari Dibuka, Pendaftar CPNS Jatim Tertinggi Ketiga Nasional

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Anom dalam konferensi pers
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Anom dalam konferensi pers

jatimnow.com - Pendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Jawa Timur 2019 menempati peringkat ke tiga se Indonesia dengan jumlah terbanyak.

Tercatat ada 2362 orang pendaftar CPNS sejak dibukanya pendaftaran pada Senin hingga Rabu (11-13/11/2019).

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Anom Surahno mengatakan animo pendaftar CPNS di Jatim tahun 2019 ini cukup besar.

"Saya kira itu luar biasa animo masyarakat untuk daftar. Pendaftar CPNS di Jawa Timur per jam 13.15 Wib ini, menduduki peringkat ke tiga se Indonesia setelah Kementerian Hukum dan HAM, serta Kota Bogor," kata Anom Surahno, Rabu (13/11/2019).

Ia mencatat beberapa indikasi meningkatnya jumlah pendaftar CPNS tahun 2019 diantaranya syarat pendaftaran yang sebelumnya harus dari Perguruan Tinggi minimal terakreditasi B, sekarang cukup terakreditasi.

"Sekarang ini pendaftar cukup dari Prodi. Prodi terakreditasi, tidak ada kualifikasi akreditasi A, B atau C, semua. Sepanjang prodinya terakreditasi," terangnya.

Anom melanjutkan, indikasi kedua yaitu sistem manajemen ASN di Jatim yang dianggap lebih tertata dengan baik yaitu Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), maupun Tunjangan Kinerja (Tukin).

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Dan yang ketiga menurut saya, mereka berminat sekali ke Jawa Timur. Kan ada beberapa kebutuhan formasi yang diperlukan itu sesuai yang dia minta," ujarnya.

Dari total pendaftar, 615 pendaftar sudah melengkapi berkas, 444 pendaftar sedang diverifikasi, 122 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat, dan 49 lainnya dinyatakan tidak penuhi syarat.

Soal 49 pendaftar yang sudah dinyatakan tidak lolos persyaratan administrasi saat pendaftaran, sebabnya bermacam-macam. Salah satunya karena prodi pendaftar memang belum terakreditasi.

"Macam-macam, saya belum tahu pastinya. Tapi datanya sebagian karena prodi belum terakreditasi. Sistem sudah langsung menolak. Lalu ada kesalahan pengisian. Prodi tidak sesuai dengan permintaan," urainya.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Kendati demikian, para pendaftar yang sudah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan masih memiliki kesempatan untuk menjelaskan dan melengkapi kekurangannya di masa sanggah.

"Ada masa sanggah tiga hari setelah penutupan pendaftaran. Nanti di masa sanggah itu pendaftar masih bisa melengkapi kekurangannya," tandasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.