Selasa, 16 Jun 2026 17:26 WIB

Diduga Lakukan Pungli, Kepala Dusun di Ngawi Dituntut Mundur

Warga di Ngawi menggelar demo menuntut kepala dusun mereka mundur
Warga di Ngawi menggelar demo menuntut kepala dusun mereka mundur

jatimnow.com - Kepala Dusun Cangakan, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Marsono dituntut mundur oleh puluhan warganya, Senin (11/11/2019). Harsono diduga melakukan pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Puluhan warga berunjuk rasa di Kantor Desa Kawu pada Senin (11/11/2019) sore. Mereka membawa spanduk besar bertuliskan "Jangan pelihara tikus kantor kasun cangakan harus kengser".

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Selain itu, mereka membentangkan 9 poster, antara lain bertuliskan "Berantas pungutan liar"; "Jangan Memelihara Tikus Kantor"; "Jangan lindungi kasun salah"; "Jangan makan uang rakyat" hingga "Jadilah contoh masy desa".

"Kami ingin kasun yang bersalah untuk mundur. Apalagi telah terjadi penarikan pungutan pembuatan STTP dalam program PTSL," jelas koordinator aksi, Sutrisno.

Sutrisno juga menyebut bila sikap Marsono selama ini tidak sopan. Ia mengaku bila selain menginginkan Marsono mundur, warga juga meminta agar Marsono menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Harus mau minta maaf kepada warga, Marsono dan istrinya. Berkeliling ke rumah-rumah warga," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kawu Ali Imron menambahkan, antara warga dan Marsono sudah dimediasi. Kedua pihak sepakat untuk Marsono meminta maaf dari rumah ke rumah.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Pak Marsono sanggup untuk meminta maaf dari rumah ke rumah bersama istrinya selama dua hari," ucap Ali.

"Tidak ada pungli. Hanya mungkin biaya apa gitu. Sudah sama-sama legowo," tegasnya.

Marsono mengelak jika disebut dirinya melakukan pungli. Dia menyebut, hal itu hanyalah salah persepsi dan kurang komunikasi.

"Warga kurang transparan dan permintaan masyarakat seperti itu. Kalau kurang ramah tadi, namanya momong, ada kelebihan ada kesalahan dan pastinya bisa membenahi ke depan berusaha lebih baik," tegasnya.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

Dia juga mengaku siap menjalankan permintaan masyarakat untuk minta maaf bersama istri dari rumah ke rumah yang dimulai Rabu-Kamis 13-14 November 2019, kepada kurang lebih 164 kepala keluarga.

"Apabila dalam waktu dua hari tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat tersebut, saya siap mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dusun Cangakan Desa Kawu," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.