Rabu, 22 Jul 2026 01:02 WIB

Teluk Wondama Perketat Dana Hibah, ini Alasan Bupati

  • Penulis :
  • | Rabu, 25 Apr 2018 15:08 WIB

jatimnow.com - Penyaluran dana hibah dan bantuan sosial di Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat akan diperketat. Langkah tersebut untuk menekan masalah terkait pengelolaan dana tersebut.

Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi di Wasior, mengatakan, penganggaran dan penyaluran hibah serta bansos harus dilakukan secara selektif.

Baca Juga: Karier Febrie Andriansyah Tamat, Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat

Selain itu, program ini harus dilaksanakan secara proporsional sesuai kemampuan keuangan daerah. "Kami berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2018. Pakai aturan agar tidak menimbulkan masalah," kata Bupati.

Selain karena tuntutan aturan, kata dia, pengetatan penyaluran hibah dan bansos dilakukan lantaran banyak temuan BPK terkait dengan penyaluran hibah dan bansos.

"Saya harap semua tokoh agama dan elemen terkait mengikuti pedoman dan aturan. Jangan sampai kita berurusan dengan hukum," lanjut Bupati.

Baca Juga: Kejari Kota Probolinggo Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi Lampu Hias RTH

Sesuai Permendagri nomor 13 tahun 2018, kata Sekretaris Daerah Denny Simbar pada wawancara terpisah, pemberian hibah dan bansos tidak bisa terus menerus sehingga pemda akan selektif dalam penyalurannya.

"Siapa saja yang menjadi penerima juga harus secara spesifik telah ditetapkan dalam keputusan kepala daerah. Kalau dulu diplot saja di OPD katakanlah Rp10 miliar, sekarang tidak bisa. Harus disebut gereja mana saja, di mana lokasinya. Dan tidak bisa di tengah jalan, harus sudah terdaftar dalam APBD," ujarnya.

Menurutnya, pengajuan proposal permohonan bantuan hibah maupun bansos untuk 2019 harus disesuaikan dengan tahapan perencanaan APBD. Tidak bisa lagi dimasukkan menjelang pembahasan APBD apalagi setelah APBD ditetapkan.

Baca Juga: Kejari Geledah Kantor BPKAD dan Disbudpar Tulungagung Usut Korupsi Griya Dalem Kanjengan

"Jadi (pada APBD) 2019 kami berusaha supaya lebih terencana," kata Denny.

Sumber: Antara
Editor: Budi Sugiharto

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.