Senin, 22 Jun 2026 09:21 WIB

Hari Anak Sedunia, Istri Bupati Ipin Galakkan Sekolah Terbuka

Novita Hardini di sekolah terbuka Trenggalek
Novita Hardini di sekolah terbuka Trenggalek

jatimnow.com - Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa), Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini Mochamad, menggalakkan 'Sekolah Terbuka' dalam peringatan Hari Anak Sedunia, Rabu (6/11/2019).

Secara keseluruhan semua sekolah yang ada di Kabupaten Trenggalek diminta untuk melaksanakan sekolah terbuka dalam momen Hari Anak Sedunia.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Sekolah terbuka yang ada di SMPN 1 Gandusari dan SDN 1 Karanganyar, Kecamatan Gandusari dikunjungi oleh Novita Hardini bersama Ketua Darma Wanita Trenggalek, Lies Joko Irianto.

Mereka bersama mendeklarasikan sekolah ramah anak di SMPN 1 Gandusari dan SDN 1 Karanganyar.

"Sekolah terbuka ini adalah proses pembelajaran terbuka. Kenapa harus terbuka, karena berbicara di sekolah tentunya tidak hanya membahas sekolah formal saja yang isinya bersifat akademik. Tapi sekolah yang paling mengena dalam kehidupan itu sebenarnya adalah sekolah kehidupan," katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Yang utama, mereka harus mempunyai lingkungan yang nyaman. Lingkungan yang nyaman ini membantu mereka untuk membentuk dan mampu menyerap hal-hal atau input-input yang dimasukkan dalam otak mereka," imbuhnya.

Dengan sekolah terbuka ini diharapkan ada pembelajaran yang dilakukan di luar kelas sehingga banyak udara dan oksigen yang terserap oleh otak dan bisa membantu menyerap pembelajaran yang diberikan.

Istri Bupati Trenggalek ini membenarkan jika dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk memasukkan Sekolah Terbuka ini kedalam kurikulum sekolah.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Namun Novita Nur Arifin mengaku mempunyai angan seperti apa kurikulum yang harus dimiliki oleh anak bangsa.

"Masalah kurikulum ini kewenangan Pemerintah Provinsi dan Pusat, saya hanya menaruhkan harapan yang dibutuhkan oleh para orang tua. Apabila saya tidak bisa berjuang melalui sekolah, paling tidak saya bisa berjuang melalui orang tua untuk menciptakan situasi kondusif di dalam rumah agar belajar di dalam rumah dalam suasana terbuka seperti ini dapat tetap dilakukan," jelasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.