Selasa, 16 Jun 2026 08:50 WIB

Tergiur Bisnis Sindikat Penipu, Tabungan Terkuras Puluhan Juta

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simamarta, Kasatreskrim AKBP Sudamiran dan Kanit Jatanras Iptu Giadi Nugraha membeberkan barang bukti dan para pelaku
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simamarta, Kasatreskrim AKBP Sudamiran dan Kanit Jatanras Iptu Giadi Nugraha membeberkan barang bukti dan para pelaku

jatimnow.com - Ajakan berbisnis kelapa sawit yang ditawarkan empat orang, membuat ES tergiur. Warga Kotawaringin, Kalimantan Tengah itu justru tertipu setelah uang tabungannya terkuras Rp 60 juta.

Penipuan ini terjadi pada 29 Oktober 2019 lalu, saat korban ES tengah berbelanja di minimarket sekitar hotel di kawasan Surabaya pusat tempat ia menginap. Dua dari empat pelaku menghampiri ES untuk berkenalan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Dua pelaku yang berkenalan dengan korban yaitu Nasir (56) dan Rizal (41). Sedangkan dua pelaku lainnya adalah Yamin (45) dan Hendri (35). Empat pelaku asal Sulawesi Selatan itu menyaru menjadi pengusaha kelapa sawit asal Brunai Darussalam yang menawarkan join bisnis.

Kedok keempat pelaku itu terbongkar setelah korban melapor ke Polrestabes Surabaya pada (29/10/2019). Berdasarkan laporan tersebut, Kasat Reskrim AKBP Sudamiran menerjunkan Tim Unit Jatanras yang dipimpin Kanit Iptu Giadi Nugraha dan Kasubnit Iptu Tio Tondy.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simamarta menyebut, saat berkenalan dengan korban, kedua pelaku yaitu Rizal dan Nasir mengaku sebagai pengusaha kelapa sawit asal Brunai Darussalam yang sedang mencari mitra bisnis.

Dalam obrolan itu, pelaku mengajak korban untuk bekerjasama jual beli cangkang kelapa sawit dengan pembagian hasil keuntungan 5 persen dengan syarat meminjamkan ATM korban sebagai wadah pembagian hasil.

"Tersangka Rizal dan Nasir ini sebenarnya saling kenal dan satu komplotan. Namun untuk meyakinkan di hadapan korban, mereka seolah baru kenalan," kata Leonardus Simamarta di Mapolrestabes Surabaya, Senin (4/10/2019).

Setelah ngobrol panjang lebar, korban akhirnya tergiur dan memberikan kartu ATM-nya kepada kedua pelaku. Kemudian kedua pelaku mengajak korban ke gerai ATM guna memperlihatkan isi kartu ATM-nya, agar korban semakin yakin bahwa mereka itu pebisnis besar. Di gerai ATM, pelaku memperlihatkan saldo ATM-nya yang berisi saldo Rp 1 miliar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Sebenarnya Rp 1 miliar itu hanya akal-akalan mereka saja. Sebenarnya ada minusnya, tapi dialihkan dengan obrolan sehingga korban tidak melihat minusnya yang ada di ATM tersebut," beber Leonardus.

Korban yang telanjur percaya itu juga memasukkan kartu ATM korban dan mengambil uang Rp 1 juta. Saat korban memasukkan kartu ATM dan menekan tombol PIN-nya, tersangka Rizal mengintip nomor PIN yang ditombol oleh Korban.

"Saat ngobrol dengan pelaku Nasir, ATM korban ditukar oleh pelaku Rizal yang sebelumnya sudah melihat pin ATM korban," paparnya.

Setelah berhasil membawa ATM korban, pelaku kemudian mengantarkan korban kembali ke hotel. Setelah itu, pelaku menggasak uang di ATM korban.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dua pelaku lain (Yamin dan Hendri) berperan sebagi sopir dan mengawasi situasi di TKP," jelasnya.

Sementara itu, pelaku Nasir yang merupakan otak penipuan tersebut mengaku bahwa ATM minus yang digunakan untuk mengelabuhi korban itu ia beli dari seseorang yang ada di Jakarta dengan harga Rp 500 ribu.

"ATM itu sebenarnya minus dan terblokir, saya beli dari orang Jakarta," aku Nasir yang baru saja keluar dari Rutan Medaeng dengan kasus yang sama.

Selain empat pelaku, Tim Unit Jatanras juga menyita barang bukti uang sebesar Rp 6,6 juta sisa hasil kejahatan, 3 lembar kartu ATM, 3 ponsel pelaku serta sebuah unit mobil Toyota Rush yang mereka gunakan sebagai sarana.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.