Senin, 15 Jun 2026 10:01 WIB

Birokrat yang Tidak Loyal ke Wali Kota Risma Didoakan Kuwalat

  • Penulis : Jajeli Rois
  • | Minggu, 03 Nov 2019 10:42 WIB
Kepala Bappeko, Eri Cahyadi dan Wali Kota Risma
Kepala Bappeko, Eri Cahyadi dan Wali Kota Risma

jatimnow.com - Dikabarkan terbelah, birokrat di Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya camat ramai-ramai kompak menyangkalnya. Mereka loyal kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Tidak benar kalau birokrat Pemkot Surabaya dianggap terpecah. Semua masih dalam satu bingkai Pemkot Surabaya dalam satu komando ibu wali kota," kata Camat Pakal, Tranggono Wahyu Wibowo, Minggu (3/11/2019).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Baca juga:  

Menurut dia, jika ada pejabat yang tidak loyal kepada wali kota, akan kuwalat atau terkena malapetaka.

"Kuwalat kalau ada pejabat yang nggak loyal sama beliau (Wali Kota Risma). Beliau wali kota yang selalu memikirkan rakyatnya dan pegawainya," tuturnya.

Begitu pula Camat Sawahan, M Yunus. Ia menegaskan, semua pejabat atau birokrat masih tegak lurus mengikuti perintah Wali Kota Tri Rismaharini. 

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Sampai detik ini, masih tegak lurus ibu wali kota. Ndak ada itu, ndak ada perpecahan dan tolong jangan sengaja isu itu dilemparkan untuk mengkotak-kotakan kami. Jangan diadu domba kami," kata Yunus.

Yunus mengatakan, tetap bekerja untuk masyarakat. Apalagi sekarang ini sudah memasuki musim hujan. Serta mencegah terjadinya demam berdarah.

"Ayo bekerja. Ini musim hujan sudah mulai. Ojok (jangan) disibukkan dengan isu-isu yang nggak terlalu penting. Tapi bagaimana sekarang ini kita harus siap-siap menghadapi musim hujan yang sudah mulai turun. Mencegah demam berdarah, itu yang penting," ujarnya.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Yang jelas, kita masih terus loyal dan harga mati ke Bu Wali Kota. Masih tegak lurus Bu Wali kota. Itu sudah nggak bisa diotak-atik, sudah harga mati," jelas Yunus.

Isu indikasi anak buah Risma tidak kompak itu muncul setelah politisi Partai NasDem, Imam Syafii mengkritisi Kepala Bappeko Eri Cahyadi. Ia disebut memperoleh informasi bahwa Eri sering turun ke bawah dari kepala dinas yang lain.

Eri dinilai Imam telah offside dan melakukan pencitraan menjelang Pilwali Surabaya 2020.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.