Minggu, 14 Jun 2026 21:54 WIB

7 Warga Diduga Keracunan Miras Oplosan Masih Dirawat di RSU dr Soetomo

Suasana IRD RSU dr Soetomo Surabaya.
Suasana IRD RSU dr Soetomo Surabaya.

jatimnow.com -  Jumlah korban tewas diduga akibat minuman keras (miras) oplosan di Kota Surabaya mencapai 10 orang. Sedangkan warga yang masih menjalani perawatan di rumah sakit umum (RSU) dr Seotomo sebanyak 7 orang.

Ketujuh pasien tersebut yakni,  S (49) warga Pacarkeling Surabaya, WH (40) warga Pacarkeling Surabaya, G (52) warga Bronggalan Surabaya, NR (34) warga Kapasari Surabaya, W (22) Tambaksari Waru Sidoarjo, KA (33) warga Simolawang Surabaya, serta S (49) warga Kali Lom Surabaya.

Sedangkan korban yang tewas yakni, Pramuji (51) warga Pacarkeling Surabaya (data sama dengan di Pacarkeling), Gre Gorius Oky (22) warga Kejawan Keputih, Surabaya, Soegeng (52) warga Rangkah Surabaya dan Rio Criesna Putra (21) warga Ploso, Surabaya.

"Sesuai dengan kedatangannya, kita duga ada keracunan pada miras tersebut. Ada 11 pasien, yang meninggal 4 orang dan 7 pasien dirawat," kata Kepala Humas RSU dr Soetomo  dr Pesta saat ditemui jatimnow.com, Selasa (24/4/2018).

Kata Pesta, pasien yang meninggal dunia tidak sempat dirawat intensif karena mengalami kegagalan nafas.

"Tidak sempat rawat itensif karena mengalami kegagalan nafas dan metabolik yang hebat akibat racun yang diminum isi dari minuman oplosan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Ruangan Penyakit Dalam RSU dr Soetomo dr Poernomo Boedi menerangkan, pasien-pasien yang datang di RSU dr Soetomo dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala umum yang sering dirasakan pasien seperti sesak nafas, mata kabur dan kejang-kejang.

"Pasien juga ditengarai adanya riwayat minum minuman keras yang diracik sendiri. Gejala keracunan minuman keras yang diduga diracik sendiri, mereka keracunan miras oplosan yang umumnya berbahan methanol," ujar Poernomo.

Akibat bahan tersebut (methanol) dikonsumsi seseorang akan menimbulkan sesak nafas.

"Karena gangguan keseimbangan asam basa di tubuhnya," terangnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Aditya Wardana menambahkan, pasien yang keracunan miras oplosan mendapatkan perawatan dan dilakukan cuci darah.

"Diharapkan dengan sesegara mungkin mengeluarkan racun dan membantu perbaikan dari asam basa di tubuhnya," jelasnya.

Reporter: Arry Saputra
Penulis: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto

Baca Juga: Anggota TNI dan 3 Orang Tewas Usai Pesta Miras di Jember, Lainnya Masih Dirawat

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.