Minggu, 21 Jun 2026 01:27 WIB

Ketua NU Bela Eri Cahyadi: Sebagai Pejabat Harus Turun ke Masyarakat

Wali Kota Risma dan Eri Cahyadi
Wali Kota Risma dan Eri Cahyadi

jatimnow.com - Kehadiran Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi di tengah rakyat dinilai sebuah kewajaran. Dan sudah seharusnya pejabat turun ke bawah untuk memastikan program pemerintah.

Wali Kota Tri Rismaharini dan Eri Cahyadi mendapat kritikan dari politisi NasDem Imam Syafii.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Eri yang sering turun ke lapangan dinilai melakukan pecitraan karena Pilwali Surabaya tak lama lagi digelar. Wali Kota Risma 'ditembak' soal isu mafia perizinan di Pemkot Surabaya.

"Saya kira sebagai pejabat memang kewajibannya untuk merawat atau melaksanakan program pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Saya kira sudah tepat dan tidak ada masalah itu karena dia itu kan kepala Bappeko," jelas Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri, Sabtu (2/11/2019).

Menurut dia, memang secara formal ada mekanisme Musrenbang.

"Sebagai pejabat itu harus turun langsung kemasyarakat untuk menjawab tantangan masyarakat tersebut," tegasnya lagi.

Eri dinilai figur Nahdliyin yang menjadi pejabat harus memposisikan antara kebijakannya dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Dia memang dari kultur dan keluarga NU, dia memahami sekali atas kelaziman, kebiasaan kebiasaan atau nilai-nilai yang berkembang di masyarakat NU," jelasnya.

"Mudah-mudahan di dalam konteks jabatan, beliau bisa menjadi pertimbangan untuk lebih menyesuaikan diri antara kebijakannya dengan kebutuhan masyarakat," tambah Muhibbin.

Ada isu Eri Cahyadi disiapkan menjadi penerus Tri Rismaharini menjadi Wali Kota Surabaya?

"Untuk konteks dia sebagai calon wali kota itu kan belum, jika santer itu kan menurut pandangan orang-orang," jawabnya.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

"Tapi dalam pandangan saya, sekarang ini beliau pejabat Pemkot, secara formal belum menyatakan pencalonan kemudian juga kalau mencalonkan dari mana kita belum tahu, apa iya apa ndak kan belum tentu. Dari pada berspekulasi yang belum-belum ya kita hanya melihat secara objektif posisinya beliau," tambahnya.

Eri dituduh melakukan pencitraan jika urun ke bawah?

"Kalau bisa semua pejabat itu ya gitu (turun ke rakyat) supaya dekat dengan rakyatnya, kalau ada yang menafsirkan bahwa itu pencitraan dan lain sebagainya itu hanya persepsi masing-masing orang ya," jawab dia.

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.