Rabu, 24 Jun 2026 07:02 WIB

Pembunuh Pasutri Tulungagung Ditangkap di Kebun Sawit Kalimantan

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia membeberkan barang bukti dan dua tersangka pembunuhan pasutri
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia membeberkan barang bukti dan dua tersangka pembunuhan pasutri

jatimnow.com - Kerja keras Tim Satreskrim Polres Tulungagung hampir satu tahun diburu untuk menangkap pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Adi Wibowo (61) dan Suprihatin (50) warga Dusun Ngingas, Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, akhirnya terbayar.

Tim ini menangkap dua pelaku bernama Deni Yonatan Fernando (25) dan Rizal Saputra (22). Keduanya ditangkap saat bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit, di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, pembunuhan itu dilakukan secara spontan, tanpa ada perencanaan dari kedua tersangka. Keduanya mengaku emosi dengan ucapan korban, saat kedua tersangka meminta STNK miliknya dikembalikan.

"Awalnya tersangka ini meminta korban untuk mengurus perpanjangan STNK, namun hingga hampir setahun, proses tersebut tidak selesai dan korban selalu berkilah saat tersangka meminta STNK-nya," terang Pandia, Jumat (1/11/2019).

Baca juga: 

Alumnus AKPOL tahun 2000 ini menyebut, korban memiliki usaha jasa pengurusan perpanjangan STNK dan selama ini sering diminta bantuan oleh masyarakat sekitar.

Baca Juga: Permudah Pengurusan e-KTP, Dispendukcapil Tulungagung Jemput Bola ke Sekolah

Dua pembunuh pasutri digelandang di Mapolres TulungagungDua pembunuh pasutri digelandang di Mapolres Tulungagung

Dari pemeriksaan terungkap bila pembunuhan tersebut dilakukan kedua tersangka pada siang hari. Tersangka Deni meminta tersangka Rizal untuk menemaninya mengambil STNK-nya ke rumah korban. Keduanya kemudian ditemui korban Suprihatin di ruang tamu. Namun saat STNK itu diminta, korban berkilah.

"Tersangka yang merasa tersinggung kemudian langsung memukul korban hingga terjatuh. Tersangka juga membenturkan kepala korban ke dinding hingga korban Suprihatin meninggal dunia. Setelah itu, kedua tersangka juga membunuh korban Adi Wibowo yang saat kejadian sedang tidur di kamar," beber Pandia.

Baca Juga: Serapan Gabah Tinggi, Gudang Bulog Tulungagung Penuh

Mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini menambahkan, setelah membunuh korban, kedua tersangka kemudian pulang. Beberapa hari kemudian, mereka pergi ke Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan untuk kabur. Di sana, mereka bekerja di perkebunan kelapa sawit.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim Satreskrim, kedua tersangka dapat kita lacak keberadaannya dan kita tangkap di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan," ungkap Pandia.

Jenazah pasutri itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan di rumahnya pada 8 November 2018 lalu. Setelah melalui proses identifikasi dan autopsi, pasutri itu dipastikan menjadi korban pembunuhan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.