Senin, 08 Jun 2026 04:45 WIB

Buntut Kerusuhan di GBT, Persebaya Batal Jamu PSM

Pekerja menyiram rumput pascakerusuhan di Stadion GBT, Surabaya (Foto: Antara/Moch Asim)
Pekerja menyiram rumput pascakerusuhan di Stadion GBT, Surabaya (Foto: Antara/Moch Asim)

jatimnow.com - Persebaya pada laga lanjutan pekan ke-26 Liga 1 2019, dipastikan tidak bisa menjamu PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (2/11/2019) nanti.

Kepastian tersebut dikarenakan Stadion GBT mengalami kerusakan setelah sejumlah oknum suporter Persebaya melampiaskan kekecewaan atas kekalahan saat menjamu PSS Sleman.

Baca Juga: Match For Goodness, Cara Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bantu UMKM Lokal

Usai laga yang berakhir kemenangan bagi PSS dengan skor 3-2 tersebut, Selasa (29/10), ratusan suporter langsung menerobos masuk ke lapangan. Mereka melakukan aksi pembakaran sejumlah benda seperti papan sponsor dan jaring gawang.

Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit mengatakan, manajemen Persebaya telah mengajukan pindah lokasi pertandingan ke Stadion Batakan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dirk meminta manajemen Persebaya menjalin komunikasi dengan PSM terkait perpindahan laga tersebut. Pasalnya, ofisial serta pemain PSM sudah tiba di Surabaya sejak Rabu (30/10) malam. Sebagai operator kompetisi, Dirk menyerahkan kepada kedua pihak untuk mengatur kesepakatan tersebut.

"Kami serahkan kepada Persebaya dengan PSM untuk mengatur. Bukan berarti kami lepas tangan, tapi kan soal nanti mereka bersepakat untuk pindah tempat itu bagaimana," kata Dirk, Kamis (31/10/2019).

Ia mengungkapkan, surat terakhir yang masuk dari Persebaya adalah permintaan bermain di Balikpapan. PT LIB, kata Dirk, telah menyetujui permintaan tersebut.

Ia meminta manajemen Persebaya untuk menyelesaikan prosesnya dengan PSM. Sebab, kata Dirk, LIB tidak bisa menyuruh PSM begitu saja agar mau bertanding di Balikpapan.

Baca Juga: Arema FC Punya Modal Besar Jelang Hadapi Persib Bandung dan Persebaya Surabaya

"Jadi kita sementara menunggu proses yang mereka lakukan, yang penting kami sudah setuju bahwa kalau mereka minta pindah tempat maka ada regulasinya dan apa saja tanggung jawab yang harus dipenuhi kepada tim tamu," jelas Dirk.

Adapun mengenai ganti rugi atas kerusakan yang terjadi di Stadion GBT, Dirk menilai hal itu sudah menjadi tanggung jawab panitia pelaksana beserta klub.

Menurutnya, itu sudah menjadi urusan antara klub dengan pengelola stadion. Namun, Dirk menyayangkan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut.

Sebab GBT menjadi salah satu stadion yang diproyeksikan menjadi venue Piala Dunia U-20 2021. Dirk menilai tentu perlu ada yang bertanggung jawab untuk memperbaiki fasilitas umum tersebut.

Baca Juga: Laga Arema FC Vs Persebaya Digelar di Kanjuruhan, Panpel: Jadi “Penyembuh” Luka

 

Artikel ini telah tayang di REPUBLIKA.co.id dengan judul Buntut Kericuhan, Persebaya Batal Jamu PSM di GBT

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.