Senin, 15 Jun 2026 03:27 WIB

Enggan Pindah, KAI Bongkar Paksa Bangunan Liar di Stasiun Madiun

Petugas membongkar paksa bangunan liar di Stasiun Madiun
Petugas membongkar paksa bangunan liar di Stasiun Madiun

jatimnow.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun membongkar paksa 4 bangunan liar yang terletak di sebelah timur Stasiun Madiun, Kamis (31/10/2019).

Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan penertiban bangunan liar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa angkutan kereta api di Stasiun Madiun.

Baca Juga: WNA Penumpang Kereta Api Alami Peningkatan di Daop 9 Jember

Menurutnya, penertiban empat bangunan liar berdasarkan aturan yang ada yaitu Sertifikat Hak Pakai no 45 Tahun 1993 bahwa bangunan liar tersebut berada pada area lahan PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun.

"Pembongkaran sudah kami sampaikan jauh-jauh hari dan kami pun dengan itikad baik melakukan pendekatan persuasif," katanya.

Sebelum pembongkaran, sudah ada beberapa tahapan yang dilakukan yaitu dengan mengirim surat kepada yang menggunakan lahan mulai 27 Januari 2016 hingga 8 Februari 2019.

Begitu juga pada tanggal 14 Februari 2019, Asisten Manajer Penertiban berkoordinasi ke rumah pengguna lahan.

Baca Juga: Daop 9 Resmi Operasikan KA Sangkuriang Rute Banyuwangi-Bandung

"Pendekatan persuasif dengan Saudara Yoyok dan Saudari Herkyana agar membongkar sendiri dan diberikan biaya bongkar, namun tidak tercapai kesepakatan. Akhirnya kami lakukan pembongkaran paksa," tegasnya.

Pembongkaran bangunan liar ini berkaitan dengan rencana Daop 7 yang akan melakukan pelebaran area parkir Stasiun Madiun.

Penataan Stasiun Madiun dilakukan karena setiap tahun pertumbuhan pengguna jasa kereta api naik sebesar 4 persen. Sehingga kendaraan bermotor termasuk bus nantinya bisa masuk area parkir stasiun dan tidak mengganggu lalu lintas.

Baca Juga: Insiden di Bekasi Timur, KAI Daop 7 Madiun Batalkan Dua Perjalanan Kereta Api

"Dengan meningkatnya penumpang dari dan ke Stasiun Madiun juga akan berdampak pada meningkatnya perekonomian. Kami mohon kepada semua pihak bisa memahami, dan menyadari akan hal tersebut," tandasnya

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.