Selasa, 16 Jun 2026 00:06 WIB

Kerusakan dalam Kerusuhan Suporter Persebaya di GBT Diinventarisir

Suporter Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya (Foto: Istimewa)
Suporter Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya (Foto: Istimewa)

jatimnow.com - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya selaku pengelola Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) segera melaporkan hasil inventarisasi ke Wali Kota Surabaya, pascakerusuhan yang dilakukan ratusan suporter Persebaya.

"Sehari setelah kerusuhan, kami lakukan inventarisasi dan hasilnya kami laporkan ke Wali Kota (Tri Rismaharini)," ujar Kepala Dispora Kota Surabaya, Afghany Wardhana, Kamis (31/10/2019).

Baca Juga: Match For Goodness, Cara Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bantu UMKM Lokal

Menurut rencana, hari ini ia segera bertemu Wali Kota Risma dan melaporkan hasil inventarisir tersebut, termasuk menyampaikan materi laporan, foto serta dokumen-dokumen yang sudah disiapkannya.

Baca juga: 

Selain itu, lanjut Afghany, meski belum ada petunjuk resmi dari wali kota, tapi ia proaktif untuk melakukan perbaikan dengan harapan bisa segera kembali digunakan.

Baca Juga: Arema FC Punya Modal Besar Jelang Hadapi Persib Bandung dan Persebaya Surabaya

Kerusuhan terjadi usai laga Persebaya melawan PSS Sleman, Selasa (29/10/2019). Ratusan suporter Persebaya yaitu Bonek turun ke lapangan sebagai bentuk protes akibat tren negatif tim kebanggaan mereka.

Aksi suporter semakin menjadi-jadi di tengah lapangan. Mereka merusak papan iklan, bench official, bench pemain cadangan, jaring gawang dan sarana maupun fasilitas lainnya.

Baca Juga: Laga Arema FC Vs Persebaya Digelar di Kanjuruhan, Panpel: Jadi “Penyembuh” Luka

Aparat keamanan tidak bisa berbuat banyak dan suporter yang semakin marah dengan membakar papan-papan iklan dan spanduk di lapangan hingga asap membumbung tinggi dari dalam stadion.

Pada laga pekan 25 lanjutan Liga 1 musim kompetisi 2019 tersebut, skor akhir 2-3 untuk kemenangan tim tamu.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.