Selasa, 16 Jun 2026 10:36 WIB

Tanpa Bantuan, Ini Harapan 15 Pengungsi Wamena di Ponorogo

15 pengungsi Wamena datangi Dinsos P3A Ponorogo
15 pengungsi Wamena datangi Dinsos P3A Ponorogo

jatimnow.com - Sebanyak 15 pengungsi Wamena datang ke kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo, Rabu (30/10/2019).

Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo memberikan bantuan kepada para korban.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kami tidak bawa harta benda. Hanya baju dan uang seadanya. Semua dokumen dan barang berharga dibakar habis," kata salah satu pengungsi, Errisa Dwi Siswandani.

Ia bersama 14 pengungsi lainnya masih terlunta-lunta karena tidak punya sandaran pekerjaan karena administrasi kependudukan yang belum selesai.

Karena tidak berpenghasilan, para pengungsi hanya mengandalkan uluran bantuan dari sanak saudara mereka.

"Selama ini tidak ada kegiatan. Kami hanya bergantung pada orang tua dan keluarga," katanya saat di kantor Dinsos P3A, Jalan Gondosuli Ponorogo.

Dia mencontohkan, kehidupannya saat ini berubah 180 derajat. Erris mengklaim di Wamena, dirinya seorang dosen di STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena.

Ketika kerusuhan terjadi, harta benda termasuk kendaraan dan barang berharga lainnya ludes dibakar massa.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Errisa pun menyelamatkan diri. Kini, dia enggan kembali ke Wamena. Karena berencana akan menetap lagi di Ponorogo, mereka pun meminta bantuan Pemkab.

"Terkait administrasi kependudukan, pendidikan anak-anak, dan lapangan kerja bagi kami. Karena juga ada yang berstatus PNS," terangnya.

Warga Kertosari, Babadan, itu menagih janji Pemkab Ponorogo untuk memberi bantuan kepada dia dan puluhan pengungsi lain.

Selain bantuan, Errisa juga meminta Pemkab memfasilitasi pengurusan pindah alamat dari Wamena kembali ke Ponorogo.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Kami sudah tidak berani kembali kesana (Wamena)," kata dia.

Kepala Dinsos P3A Ponorogo, Supriyadi mengatakan bahwa bantuan kepada pengungsi Wamena akan segera dicairkan.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) perihal pengurusan pindah alamat mereka.

"Khusus tiga PNS yang mengungsi, perpindahannya kewenangan pemerintah pusat. Tapi, kami sudah inventarisir. Sedangkan sisanya, kami koordinasikan dengan dinas tenaga kerja (disnaker) untuk difasilitasi pekerjaan," kata Supriyadi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.