Selasa, 16 Jun 2026 16:51 WIB

Musim Pancaroba, Puluhan Ikan Koi Mati di Mojokerto

Kunadi, peternak ikan koi yang mengeluhkan musim pancaroba
Kunadi, peternak ikan koi yang mengeluhkan musim pancaroba

jatimnow.com - Peternak ikan koi di Kabupaten Mojokerto menanggung kerugian karena musim pancaroba.

Kunadi (60), salah satu peternak ikan koi di Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mengatakan dirinya harus merugi karena ikan yang dipeliharanya banyak yang mati.

Baca Juga: Hangat Jamu di Musim Pancaroba, Penjualan di Kediri Meningkat 25 Persen

"Sekitar dua minggu lalu, ada sekitar 40 indukan yang mati. Pertama sekitar 20 ekor, lalu 20 ekor lagi mati," kata bapak dua anak ini, Selasa (29/10/2019).

Kunadi dan anaknya Haryono (32) beternak ikan koi sekitar 5 tahun lalu. Awalnya dia ternak ikan lele, namun karena harga lele yang merosot tajam membuat dirinya beralih ke ikan Koi.

"Ada 8 kolam dengan ukuran 5 kali 4 meter. Awalnya beli beberapa indukan ikan koi, lalu dibibit (ternak). Ikan koi yang mati berumur sekitar 8 bulan hingga 1 tahun," ungkapnya.

Haryono menambahkan, ikan koi yang mati berukuran sekitar 25 sampai 30 sentimeter dan ada jenis Kohaku, Sante, Kowe dan Asagi.

Baca Juga: Pasokan Ikan di Lamongan Melimpah, Harga Jual Anjlok

"Kalau harga ukuran yang mati sekitar Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Rugi tinggal kali berapa ekor yang mati dikalikan harga pasaran, ya sekitar Rp 10 juta," bebernya.

Haryono menjelaskan, penyebab kematian ikan koi miliknya dikarenakan perubahan cuaca dari siang yang panas ke malam yang dingin. Siang hari di Kabupaten Mojokerto, suhu bisa mencapai 40 derajat celcius dan malamnya 28 derajat celsius.

Baca Juga: 732 Tumpeng Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto

"Zat amoniak dari sisa-sisa makanan naik lalu pada malam hari oksigen berkurang. Rata-rata ikan matinya malam hari ya karena kekurangan oksigen," tukasnya.

Guna meminimalisir ikannya mati kembali, Haryono dan ayahnya melakukan pergantian air dalam kolam setiap 3 minggu.

"Membuat sirkulasi air dengan mengganti air di dalam kolam atau membersihkan filter air 3 minggu sekali," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.