Selasa, 16 Jun 2026 23:58 WIB

Sisa Anggota Komplotan Ustaz Gadungan Pengganda Uang Diringkus Polisi

  • Penulis :
  • | Selasa, 24 Apr 2018 19:12 WIB
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka
Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

jatimnow.com - Setelah menangkap satu tersangka yakni, Moh Sholeh (44), asal Probolinggo, Maret 2018 lalu Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya kembali meringkus sisa anggota dalam komplotan ini.
 
Total, sudah 4 pelaku tergabung dalam komplotan ustad gadungan yang dibekuk. Setelah Sholeh, tiga yang lain ditangkap, antara lain Taufik (48) asal Situbondo, Ahmad (42) asal Jember dan Badri (27) asal Situbondo.
 
Komplotan ini memiliki peran masing-masing dengan sasaran berbeda. Sholeh bertugas mencari korban, Ahmad jadi ustad gadungan, taufik menjadi ustad gadungan dan Badri sebagai driver. 
 
"Mereka kami tangkap di tempat dan waktu berbeda. Otak komplotan ini adalah tersangka Ahmad," papar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Selasa (24/4/2018). 
 
Dari hasil pemeriksaan, ke empat tersangka sudah beraksi di 8 TKP. Mulai dari Surabaya, Bali, Solo, hingga Batam.
 
Modusnya, mereka beraksi sesuai peran masing-masing. Jika korban sudah datang, mereka menyediakan satu kamar hotel untuk tempat ritual.
 
Karena korban ingin uang yang dibawanya bertambah dengan ritual, korban menuruti semua perintah para pelaku. 
 
"Di dalam kamar hotel itulah, korban diminta untuk meletakkan uang yang dibawanya. Kemudian korban diminta marapal mantra-mantra khusus sambil memejamkan mata selama beberapa waktu," beber Agus. 
 
Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) tahun 2000 ini menambahkan, setelah korban membaca mantra sambil terpejam, para pelaku membawa uang korban dan kabur.
 
Kerugian korban beragam, ada yang puluhan juta, ada yang ratusan juta hingga puluhan ribu USD. 
 
"Yang paling besar, para tersangka membawa kabur satu koper berisi uang 61.000 Dollar Amerika atau senilai Rp 850 Juta. Jika ditotal keuntungan yang diraup para tersangka sekitar Rp 1,5 Miliar," sambung Agus. 
 
Dalam aksinya, para pelaku selalu menyasar para pengusaha dan orang-orang yang ingin kaya dengan cara ritual. Setiap beraksi, para tersangka menggunakan mobil agar para korban percaya.
 
"Kami masih kembangkan. Baik ke korban lain maupun orang lain yang mungkin saja terlibat dalam jaringan ini," tandas Agus.
 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Tinton Yudha Riambodo mengatakan, pihaknya akan menelusuri korban-korban lain. Sebab ada seorang korban yang mengaku tertipu sindikat ini hingga 11 kali. 
 
Reporter: Narendra Bakrie
Editor: Erwin Yohanes
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.