Minggu, 21 Jun 2026 02:40 WIB

Delapan Mahasiswa Bikin Kreasi Nugget Kelor untuk Anak Tak Suka Sayur

Nugget kelor mendukung anak mengkonsumsi sayur
Nugget kelor mendukung anak mengkonsumsi sayur

jatimnow.com - Delapan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) membuat nugget dari daun kelor.

Kreasi yang diberi nama nugget kelor ini merupakan salah satu alternatif makanan tambahan dalam memenuhi gizi untuk pertumbuhan anak.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Kreasi nugget kelor ini dibuat oleh satu tim yaitu Elda Silvana, Ellen Rachmawati, Myrnawati Wijaya, Paramitha Khosuma, Inne Cipta, Nadya Christine, Rika Chandra, dan Fanes Ottong.

Elda Silvana, ketua kelompok mengatakan daun kelor mengandung protein yang tinggi, terdiri dari zat besi, kalsium, vitamin A, serta vitamin C dan tujuh kali lebih tinggi dari pada buah jeruk.

"Kelor juga kaya akan manfaat dan salah satunya sebagai antioksidan bagi tubuh. Mengolah daun kelor menjadi nugget berharap menjadi solusi untuk orang tua yang anak-anaknya kesulitan makan sayur," jelasnya, Kamis (24/10/2019).

Ia mengungkapkan, latar belakang dibuatnya kreasi daun kelor menjadi nugget berawal dari tugas mata kuliah Obat Asli Indonesia (OAI).

Pada mata kuliah ini, mahasiswa Fakultas Farmasi Ubaya diwajibkan untuk membuat kreasi olahan pangan dari tanaman rimpang atau kelor yang memiliki nilai kesehatan bagi masyarakat.

"Kami akhirnya memilih untuk mengolah makanan dari daun kelor. Umumnya ibu-ibu mengolah daun kelor menjadi sayur. Akhirnya kami berkreasi membuat daun kelor menjadi nugget sekaligus sebagai alternatif makanan agar mereka mau mengonsumsi sayur,” ucap mahasiswi semester tujuh Fakultas Farmasi Ubaya itu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ia menjelaskan, daun kelor digunakan setelah dikeringkan dengan oven selama tiga menit. Kemudian daun kelor dipotong halus dan dicampurkan dengan daging ayam dan bahan-bahan lainnya.

Seperti telur, bawang merah, bawang putih, jagung, jamur kuping, dan wortel, garam, merica, dan diaduk hingga rata. Kemudian ditambahkan tepung maizena dan tepung tapioka.

Adonan kemudian dicetak dengan loyang dan dikukus hingga matang kurang lebih 35 menit. Setelah itu, Nugget Kelor yang telah dikukus dipotong-potong sesuai bentuk yang disukai anak-anak.

Proses terakhir, hasil potongan dicelupkan ke dalam telur dan dilumuri dengan tepung roti dan digoreng hingga matang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Namun terdapat kesulitan yang dihadapi Elda Silvana dan tim ketika proses pembuatan olahan pangan adalah menentukan tekstur Nugget Kelor agar tidak terlalu keras atau empuk ketika dikonsumsi.

"Daun kelor dikeringkan terlebih dahulu agar mengurangi bau dan rasa pahit. Sehingga daun kelor yang digunakan terasa lebih nikmat ketika dikonsumsi. Olahan pangan ini bisa dikembangkan oleh warga Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro untuk dijual dan diberikan kepada anak-anak Posyandu dalam membantu pertumbuhan serta perbaikan gizi anak," ujarnya.

Karina Citra Rani, Dosen Fakultas Farmasi Ubaya mengatakan bahwa Nugget Kelor merupakan kreasi menarik yang bisa membantu anak-anak dalam memenuhi kebutuhan serat. Pihaknya juga ingin membangun paradigma untuk mengonsumsi makanan praktis tapi sehat.

"Semoga kreasi ini bisa dibuat dan dipasarkan ke komunitas yang lebih luas. Kami tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Ubaya juga mengajak mahasiswa untuk turut terlibat program pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan serta praktik kepada KWT dan warga dalam mengolah kelor menjadi makanan yang kaya nutrisi untuk si kecil," pungkas Karina yang juga Ketua PDDM Ubaya itu.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.