Kamis, 18 Jun 2026 01:07 WIB

Pelantikan Presiden 2019, PDIP Surabaya Gelar Tasyakuran

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono memberikan potongan tumpeng kepada Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri
Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono memberikan potongan tumpeng kepada Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri

jatimnow.com - Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH Ma'aruf Amin disambut DPC PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya dengan menggelar tasyakuran potong tumpeng di kantornya Jalan Setail, Wonokromo, Surabaya, Minggu (22/10/2019).

Tasyakuran tersebut juga digelar untuk marayakan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. Tasyakuran ini juga diisi dengan salawat serta doa bersama.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono dan Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri tampak terlibat dalam tasyakuran tersebut. Adi Sutarwijono mengatakan, pada Hari Santri Nasional ini, ia berharap peran santri dalam kehidupan berbangsa serta bernegara bisa semakin nyata.

"Terutama dalam kancah pergaulan dunia serta konteks Kota Surabaya, para santri bisa semakin aktif dalam rangka turut memajukan," ujar Adi Sutarwijono.

Para santri juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama.

"Salah satu pilar peran santri adalah menjaga kebhinekaan," tegas pria yang akrab disapa Cak Awi ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mantan Jurnalis ini menjelaskan, kolaborasi antara kaum santri dengan nasionalis sudah terbukti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mulai era sebelum kemerdekaan, setelah kemerdekaan dan hingga saat ini.

"Dalam kemenangan Presiden Jokowi serta Kiai Ma'ruf Amin, juga sangat penting peran dari santri. Juga dalam rangka membangun Pemerintahan Indonesia lima tahun ke depan," paparnya.

Awi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini berjanji, ke depan kolaborasi pihaknya dengan kalangan santri akan terus dirajut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami dari DPRD Surabaya sangat terbuka untuk saran dan kritik. Sebelumnya saya juga sudah bertemu dengan GP Ansor Surabaya," tuturnya.

Awi menambahkan, antara kaum santri dan nasionalis ini juga sudah semakin tidak terlihat perbedaan. Baik santri dan kaum nasionalis memiliki visi dan misi yang sama tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sekarang ini juga sudah semakin banyak kaum nasionalis yang menjadi pengurus baik di masjid dan musala," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.