Jumat, 24 Jul 2026 15:55 WIB

Kasus Kucing Mati Diberi Cairan Diduga Miras Libatkan Dua Orang

Tim Identifikasi Polres Tulungagung melakukan olah TKP di lokasi ditemukanya kucing mati diduga dicekoki miras
Tim Identifikasi Polres Tulungagung melakukan olah TKP di lokasi ditemukanya kucing mati diduga dicekoki miras

jatimnow.com - Lima orang saksi telah diperiksa Satreskrim Polres Tulungagung, terkait viral video dugaan penyiksaan kucing, yang diupload Ahmad Azzam (22), warga Desa Dukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Kucing itu mati setelah diberi cairan diduga minuman keras (miras). Azzan kemudian mengunggah matinya kucing itu melalui instastory miliknya @azzam_cancel.

Baca Juga: Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menjelaskan, lima orang saksi yang diperiksa tersebut merupakan pemilik akun, pemilik kucing, penjual kelapa serta orangtua Azzam.

Pandia menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa video tersebut melibatkan tiga orang. Azzam berperan sebagi perekam dan pengunggah video, sedangkan yang memberikan minum adalah Andra yang juga pemilik kucing tersebut. Azzam juga mengaku sengaja memberi caption ekperimen kucing minum ciu agar video ini mendapat komentar dari followernya.

Baca juga: 

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

"Jadi yang memberi minum adalah Andra, sedangkan Azzam berperan sebagai perekam, pengupload dan pemberi caption pada video yang viral ini," terang Pandia, Minggu (20/10/2019).

Untuk memastikan kematian kucing itu, Satreskrim Polres Tulungagung telah mengirim sampel organ dalam kucing dari bangkai kucing dan tikus, ke Puslabfor Polda Jatim, untuk memastikan penyebab kematiannya. Sampel yang dikirim berupa paru-paru, hati, usus, lambung dan dinding lambung.

"Hasil autopsi ini akan menjadi bahan gelar perkara, untuk melihat apakah ada unsur pidana dalam kasus tersebut. Apa ada pelanggaran terkait pidana atau UU ITE. Kami akan lihat setelah hasil autopsi keluar," papar Alumnus AKPOL tahun 2000 ini.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Selain itu, Satreskrim Polres Tulungagung juga menyiapkan opsi lain berupa mediasi, antara pelaku dengan komunitas pecinta kucing. Sebab meski pelaku telah melakukan klarifikasi dan meminta maaf, komunitas pecinta kucing tetap membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Langkah kita selanjutnya tetap menungu hasil autopsi, apakah mediasi atau lainnya baru ditentukan setelah hasil autopsi keluar," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.