Selasa, 16 Jun 2026 03:12 WIB

Pelantikan Presiden 2019, TNI Aktifkan Pengacak Sinyal Drone

Drone (Foto: Pixabay)
Drone (Foto: Pixabay)

jatimnow.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Fajar Adriyanto, mengonfirmasi kabar pengaktifkan pengacak sinyal drone di Istana Merdeka dan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, oleh aparat keamanan.

Semua jenis drone akan jatuh jika terbang di dalam radius pengacak sinyal tersebut.

Baca Juga: Lewat KKRI 2026, TNI Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme Pelajar Jember

"Iya benar," ujar Fajar saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (20/10/2019).

Informasi tersebut menyebutkan, pengacak sinyal drone pertahanan udara di Istana Merdeka dan DPR/MPR sudah aktif. Pengacak sinyal itu bekerja sengan mode pancaran dome sampai ketinggian 9.000 m dengan radius 15 km.

Pengacak sinyal itu akan bekerja dengan mode flash alias menembak langsung ke sasaran sampai ketinggian 10.000 m dengan jangkauan 30 km. Ia menjelaskan, kedua pengacak sinyal itu sudah dicoba dan berhasi menjatuhkan semua jenis drone tanpa kecuali.

Di samping itu, jaringan rudal SAM QW-3 dengan radar pertahanan udara Smart Hunter juga disebut sudah disiapkan. Jaringan tersebut dipasang di wilayah Jakarta untuk menangkal ancaman pesawat berawak atau drone dengan ukuran besar.

Karena itu, daripada kehilangan drone, atau ditangkap, semua pihak diimbau untuk jangan mencoba terbang di sekitar dua lokasi tersebut. Saat ini, seluruh wilayah udara Jakarta sementara dibatasi untuk penerbangan yang tidak terjadwal, kecuali pesawat reguler serta pesawat dan drone intai untuk pengamanan.

Baca Juga: TNI-Polri Kawal Ketat Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya

Di samping itu, Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan radar pertahanan udara untuk pengamaman rangkaian pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Personel TNI AU yang terlibat dalam Satgas Pengamanan berjumlah 500 orang.

"Personel yang terlibat lebih kurang 500 personel, terdiri dari penerbang, teknisi, radar, pengatur lalu lintas udara, paskhas, polisi militer, intelijen, logistik dan kesehatan," jelas Fajar.

Ia mengatakan, TNI AU mengerahkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki. Alutsista-alutsista itu, yakni pesawat tempur F16 Fighting Falcon, pesawat intai Boeing B737, pesawat terbang tanpa awak (PTTA), pesawat VVIP/VIP, pesawat angkut C130 Hercules dan CN295, helikopter VVIP/VIP dan SAR, radar pertahanan udara, serta rudal anti serangan udara.

Menurut Fajar, Satgas Pengamanan TNI AU bertugas mengamankan wilayah udara nasional, khususnya wilayah udara Ibu Kota. Selain itu, mereka juga akan mengamankan penerbangan dan pesawat khusus yang digunakan tamu-tamu negara, mengamankan perimeter bandara baik di HLP maupun CGK, dan bersiaga melakukan penyelamatan via udara dalam keadaan darurat.

Baca Juga: KSOT Berbasis AI Siap Jadi Perisai Trisula Nusantara di Bawah Laut

"Kasau beserta pejabat TNI AU memantau situasi wilayah udara nasional di Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) di Markas Kohanudnas, Halim Perdanakusuma Jakarta," tuturnya.

 

Artikel ini telah tayang di REPUBLIKA.co.id dengan judul TNI Aktifkan Pengacak Sinyal Drone

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.