Kamis, 18 Jun 2026 17:20 WIB

Tanaman Jagung Petani di Ponorogo Rusak, Diduga Akibat Ulah Kera Liar

Mini, salah satu petani di Ponorogo menunjukkan tanaman jagung miliknya yang diduga dirusak kawanan kera liar
Mini, salah satu petani di Ponorogo menunjukkan tanaman jagung miliknya yang diduga dirusak kawanan kera liar

jatimnow.com - Para petani jagung di Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, terancam gagal panen. Sebab, jagung-jagung yang mereka tanam diserbu segerombolan hewan diduga kera, hingga tinggal tongkolnya saja.

"Sudah dua tahun ini, saat kemarau, banyak kera yang turun gunung dan mencari makan ke ladang di kampung ini," kata Mini, salah satu petani, Sabtu (19/10/2019).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurut Mini, atas peristiwa itu, Mini harus menjaga kebun jagungnya secara bergantian dengan sang anak. Sebab, gerombolan kera liar itu turun sewaktu-waktu.

"Yang pasti pagi atau sore, harus ada yang jaga dan mengusir kera. Kalau tidak, ya jagung di kebun saya bisa rusak semua," jelas Mini.

Mini mengaku, serangan kera liar dalam musim kemarau 2019 ini, sejak awal Oktober 2019.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Tidak hanya memakan jagung, kera-kera itu juga membuat pohon jagung tumbang," tambahnya.

Ia bersama petani lainnya saat ini hanya bisa mengusir kera-kera tersebut dengan kentongan dan orang-orangan sawah. Namun cara itu belum efektif, lantaran kera-kera tersebut hanya takut kepada manusia.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Meski dipasang orang-orangan sawah, kera-kera itu tetap datang kalau kebun tidak dijaga," tutur Mini.

Kera-kera liar itu merupakan penghuni hutan yang berdekatan dengan kebun jagung milik warga. Turunnya kera-kera ke ladang warga, diduga akibat sering terjadinya kebakaran hutan dan sulitnya sumber air dan makanan yang ada di gunung, sebagai habitatnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.