Kamis, 18 Jun 2026 12:07 WIB

59 Paket Benih Tanaman Tanpa Dokumen dari 16 Negara Dimusnahkan

Pemusnahan 59 paket benih tanaman tanpa dokumen di Kediri
Pemusnahan 59 paket benih tanaman tanpa dokumen di Kediri

jatimnow.com - Balai Besar Karantina Pertanian (BBPK) Surabaya musnahkan 59 paket benih tanaman tanpa dokumen dihalaman Kantor Pos Kota Kediri, Jumat (18/10/2019).

Benih tanaman tersebut merupakan kiriman dari luar negeri, dan masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan paket yang dimusnahkan ini merupakan hasil sitaan balai karantina Kantor Pos Kediri dari para pemilik barang yang tidak bisa melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

Hasil tersebut merupakan barang dari jual beli online luar negeri yang masuk ke Indonesia. Menurutnya dalam era globalisasi, transaksi perdagangan dengan memanfaatkan media online sangat tidak bisa dihindari.

"Terdapat 59 paket dengan berat mencapai 67,96 kilogram yang berisi berbagai macam benih tanaman hias, tanaman perkebunan, sayuran dan buah, umbi ginseng, bawang putih, lada, jamur, dan kurma dari berbagai negara yang tidak dilengkapi sertifikat kesehatan dan kita musnahkan," ujarnya.

Jumlah puluhan barang ilegal tersebut merupakan barang sitaan selama periode Juni - September 2019 melalui Kantor Pos Besar Kediri.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Ia menjelaskan, kewajiban pemilik untuk dapat memiliki barang berupa benih tersebut yakni wajib menyiapkan dokumen diantaranya Surat Ijin Pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian untuk benih dan sertifikat kesehatan/phytosanitarry Certifikate (PC) dari negara asal.

"Jika tidak ada dokumen yang dipersyaratkan seperti sertifikat kesehatan, maka berarti tidak ada jaminan dari negara pengirim. Jadi benih ini kita tidak tahu yang dikirim sehat atau bebas dari penyakit," jelasnya.

Meskipun hanya berjumlah puluhan dan nilai ekonominya tidak terlalu tinggi, namun risiko penyebaran penyakit tumbuhan melalui benih sangatlah tinggi.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut maka harus dimusnahkan dengan cara dibakar. Beberapa benih dimusnahkan dengan cara dibakar.

Puluhan kilogram benih tersebut merupakan barang kiriman dari 16 negara seperti Perancis, Hongkong, Korea, Rumania, Malaysia, Saudi Arabia, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Belanda, India, Inggris, Jepang, China.

"Penyakit tumbuhan ini tidak bisa langsung ketahuan. Sebab bisa jadi setelah 5 tahun baru ketahuan penyebaran penyakitnya, jadi sangat membahayakan," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.