Senin, 15 Jun 2026 21:43 WIB

Rumah Bupati Indramayu Digeledah KPK

Polisi berjaga saat penggeledahan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupasi (KPK) di rumah pribadi Bupati Indramayu Supendi di Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019). Foto: Antara/Dedhez Anggara
Polisi berjaga saat penggeledahan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupasi (KPK) di rumah pribadi Bupati Indramayu Supendi di Sindang, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019). Foto: Antara/Dedhez Anggara

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi Bupati Indramayu, Supendi, Kamis (17/10). Penggeledehan di rumah yang terletak di Jalan Cimanuk Barat, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu itu berlangsung selama beberapa jam.

Aktivitas penggeledahan tersebut dijaga oleh petugas bersenjata laras panjang lengkap. Petugas yang melakukan penggeledehan berjumlah sekitar sepuluh orang yang datang dengan menggunakan tiga mobil Innova.

Para wartawan kesulitan menyaksikan aksi penggeledehan itu dari luar pagar rumah. Pasalnya, rumah pribadi bupati yang terletak di depan sungai Cimanuk itu dikelilingi tembok setinggi kurang lebih 2,5 meter. Cukup sulit pula untuk menemukan celah di sekeliling tembok ataupun pagar.

Dari dalam rumah, tim KPK membawa sebuah koper besar berwarna hitam. Namun, tidak ada satupun petugas yang bisa dimintai keterangannya.

Seperti diketahui, KPK menangkap Bupati Indramayu, Supendi, dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Kabupaten Indramayu. Selain bupati, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adaalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wempi T dan pihak swasta, Carsa.

Carsa selaku pihak swasta diduga memberikan suap kepada para pejabat Indramayu tersebut dalam tujuh proyek pengerjaan jalan yang didapatkannya. Nilai proyek tersebut sekitar Rp 15 miliar.

Adapun ketujuh proyek jalan itu sebagaimana yang dirilis KPK adalah jalan Rancajawad, Gadel, Rancasari, Pule, Lemah Ayu, Bondan-Kedungdongkal, dan Sukra Wetan-Cilandak.

 

Baca Juga: Giliran Pj Sekda Tulungagung yang Diperiksa KPK di Surabaya

Lihat Artikel Asli

Baca Juga: Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Ponorogo, Ini Pernyataan Resmi Lisdyarita

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id.

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.