Kamis, 18 Jun 2026 12:46 WIB

Ibu Pembuang Bayi Laki-laki di Dermaga Siola Surabaya Ditangkap

Kanit Reskrim Polsek Bubutan Iptu Purwanto dan anggota menggiring ibu dan kakek pembuang bayi hingga tewas
Kanit Reskrim Polsek Bubutan Iptu Purwanto dan anggota menggiring ibu dan kakek pembuang bayi hingga tewas

jatimnow.com - Pembuang bayi yang ditemukan tewas di sekitar Dermaga Siola, Sungai Kalimas atau tepatnya di tepi Alun-alun Contong, Bubutan, Surabaya, beberapa waktu lalu, terungkap. Polisi menangkap kakek dan ibu dari bayi tersebut.

Kakek dan ibu bayi itu ditangkap Unit Reskrim Polsek Bubutan pada 19 September 2019, setelah melakukan penyelidikan menyusul laporan penemuan mayat bayi pada 17 September 2019. Kakek dan ibu bayi itu berinisial Mh (59) dan EZ (23), warga asal Genteng, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kedua pelaku ini memaksa bayinya keluar pada tanggal 15 September 2019. Dan bayi itu ditemukan warga di Sungai Kalimas pada tanggal 17 September 2019 dalam kondisi sudah meninggal dunia," kata Kapolsek Bubutan, AKP Priyanto didampingi Kanitreskrim Iptu Purwanto, Selasa (8/10/2019).

Baca juga:  Mayat Bayi Laki-laki Gegerkan Pengunjung Dermaga Siola Surabaya

Pada saat ditemukan, bayi itu terbungkus tas plastik warna hitam yang dibalut dengan kain merah dan sudah mengeluarkan bau busuk. Dalam proses identifikasi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan Unit Reskrim Polsek Bubutan sama sekali tidak mendapatkan alat bukti petunjuk yang mengarah ke pelaku.

"Dari itu, kami menyebar anggota untuk melakukan penelusuran ke sejumlah rumah sakit di Surabaya untuk mencari data pasien bersalin," terang Priyanto.

Kapolsek Bubutan AKP Priyanto dan Kanitreskrim Iptu Purwanto membeber barang bukti dan ibu dan kakek bayi yang dibuang hingga tewasKapolsek Bubutan AKP Priyanto dan Kanitreskrim Iptu Purwanto membeber barang bukti dan ibu dan kakek bayi yang dibuang hingga tewas

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Penelusuran itu kemudian membuahkan hasil. Tim Unit Reskrim Polsek Bubutan mendapati data pasien perempuan yang diantar ayahnya dengan pendarahan di RSUD dr Soewandhi. Setelah berkoordinasi, tim ini mendapat data pasien tersebut.

"Teman-teman di RSUD dr Soewandhi menyebut bahwa perempuan yang datang ke rumah sakit itu bukan pendarahan murni, melainkan usai bersalin. Dari sana, tim kami menuju rumah perempuan tersebut," bebernya.

Setelah sampai di rumah sang perempuan (EZ), sekitar pukul 02.00 Wib, 19 September 2019, tim ini menginterogasi EZ dan Mh ayahnya. Keduanya kemudian mengakui telah melahirkan bayi tersebut secara paksa.

"Bayi itu dilahirkan paksa pada saat berumur enam bulan kandungan. Kemudian dibuang ke Sungai Kalimas. Barulah ayahnya mengantarkannya ke RSUD dr Soewandhi," tambah Priyanto.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara, sepanjang kasusnya diungkap di depan awak media, EZ terus menangis dan hanya sesekali bercerita. EZ mengaku berhubungan badan dengan pacarnya berulangkali. Namun pacarnya itu tidak mau mengakui bayi yang dikandungnya tersebut.

Sedangkan Mh, ayah EZ mengaku malu dan kasihan atas kehamilan anaknya itu. Atas dasar itu, ia meminta anaknya untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa menggugurkan kandungan.

"Pada usia kandungannya enam bulan, saya membantu anak saya bersalin dan saat keluar, bayi itu sudah meninggal, sehingga saya buang ke sungai," aku Mh di Mapolsek Bubutan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.