Senin, 15 Jun 2026 19:03 WIB

BEM Unair Sesalkan Mahasiswa Tolak Undangan Presiden Jokowi

Ketua BEM Unair, Agung Tri Putra saat aksi di DPRD Jatim
Ketua BEM Unair, Agung Tri Putra saat aksi di DPRD Jatim

jatimnow.com - Sikap Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang menolak undangan dari Presiden Joko Widodo untuk berdialog disesalkan oleh BEM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

BEM Unair mempertanyakan motif Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) tersebut karena berdialog dengan Jokowi bisa menjadi opsi untuk mempercepat agar tuntutan mahasiswa segera dikabulkan.

Baca Juga: Kaesang Dicurhati Warga Kota Malang: Minta Sertifikat Rumah hingga Pekerjaan

"Kami menyesalkan sikap kawan-kawan BEM SI tersebut. Karena semestinya bertemu dengan Presiden Jokowi bisa membuat kawan-kawan mahasiswa langsung menyampaikan aspirasi secara terperinci, tanpa sekat dan tanpa pihak perantara," ujar Ketua BEM Unair, Agung Tri Putra di Surabaya, Jumat (27/9/2019).

Agung mengatakan, dengan bertemu Presiden Jokowi secara langsung, gerakan mahasiswa bisa memaparkan seluruh aspirasi beserta tuntutannya.

"Gol kawan-kawan mahasiswa se-Indonesia ini sebenarnya kan sudah jelas. Mulai soal pembatalah RKUHP, pengesahan RUU PKS, tuntutan dikeluarkannya Perppu KPK, penanganan kebakaran hutan, penyelesaian permasalahan di Papua, dan beberapa hal lainnya yang sudah kita suarakan bersama. Terus kalau tidak mau bertemu Jokowi, bagaimana maksudnya? Baru setelah tidak ada hasil seusai dialog dengan Presiden, kita turun lagi dan rapatkan barisan," jelasnya.

"BEM Unair siap berdialog dengan siapapun termasuk Presiden, karena dialog adalah ciri insan kampus untuk instrumen kita berdialektika dengan segera mengutarakan tuntutan. Syarat dialog cuma dua, yaitu BEM Unair minta presiden terbuka mendengarkan masukan agenda aksi mahasiswa dan bisa segera ditemukan jalan keluar," tambahnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Flyover Juanda Besok, Simak Jalur Alternatif

Alasan menolak dialog dengan Presiden juga dinilai Agung kurang argumentatif. Menurutnya, Presiden Jokowi sudah mencoba mengundang berbagai elemen, termasuk para tokoh yang juga menyuarakan hal-hal yang selaras dengan tuntutan mahasiswa.

"Kasihan kami di daerah, kawan-kawan di daerah yang sudah berjuang, eh kawan-kawan BEM SI malah bermanuver tidak mau menyampaikan tuntutan langsung ke Jokowi," lanjut Agung.

Dia menambahkan, gerakan mahasiswa harus tetap fokus pada tuntutan yang telah disuarakan. Jangan sampai kemudian aksi demonstrasi malah berujung manuver yang tak perlu seperti menolak ajakan dialog oleh Jokowi.

Baca Juga: Komentar La Nyalla Soal Presiden Boleh Kampanye: Itu kan Pendapat Jokowi

"Kawan-kawan saya harap tetap fokus, dengan tuntutan wujudkan PERPU untuk menganulir UU KPK, RKUHP, segera sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, penuntasan masalah Papua dan sebagainya," ujarnya.

Agung juga berharap aksi mahasiswa dalam 'Surabaya Menggugat' pada Kamis (26/9) bisa menjadi contoh atau model demonstrasi untuk daerah lain yang tetap mengedepankan nilai-nilai publik.

"Di Surabaya ada lebih dari 20 ribu massa, tapi tak satu pun taman yang rusak, tak ada bakar-bakar, kebersihan terjaga. Maka kawan-kawan mahasiswa harus merapatkan barisan. Jangan sampai ada kekerasan dan penyusup, karena itu justru akan melemahkan fokus kita memperjuangkan tuntutan," tukasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.