Senin, 15 Jun 2026 07:13 WIB

Ini Tantangan untuk Jaksa Ganteng Bila Maju Pilwali Surabaya

Didik Farkhan (kiri), M Iqbal dan Tri Rismaharini di Liverpool
Didik Farkhan (kiri), M Iqbal dan Tri Rismaharini di Liverpool

jatimnow.com - Didik Farkhan harus mengundurkan diri sebagai jaksa bila maju sebagai calon penerus Wali Kota Tri Rismaharini, dalam Pilwali Surabaya tahun 2020.

"Perlu dipertimbangkan matang-matang untuk maju di Pilwali Kota Surabaya. Apalagi jaksa aktif juga harus mengundurkan diri untuk bisa maju pilkada," ujar Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Hendy Setiono Pilih Nyalon di Depok: Ada Permintaan Seluruh Ketua Partai

Surokim juga menekankan bahwa Pilwali Surabaya bukan ajang coba-coba. Didik yang merupakan mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya itu diminta serius.

"Tapi persaingan amat keras dan menuntut modal yang lengkap," ungkap Surokim.

Menurut Surokim, Pilwali Surabaya sangat berat dan kompetitif. Sehingga diperlukan kapasitas tidak hanya cukup, tetapi juga harus plus plus. Plusnya tidak hanya satu, tapi juga menuntut plus lebih, karena banyak kompetitornya.

"Dalam konteks ini saya selalu menyambut baik jika ada calon potensial yang berani ikut kompetisi di Surabaya. Saya sampaikan selamat datang di zona kompetisi pilkada yang sungguh berat dan butuh modal ekstra," tuturnya.

Baca juga: 

Kehadiran Didik Farkhan, lanjut Surokim, akan menjadi kejutan baru, karena latar belakangnya sebagai jaksa aktif yang juga pernah berdinas di Kejari Surabaya dan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Baca Juga: PKB Surabaya Rekom Musyafak Rouf jadi Cawali 2024

"Dari catatan media, beliau juga memiliki prestasi menanggani kasus aset Pemkot Surabaya. Tentu ini bisa menjadi nilai plus. Namun, plus lain perlu dibicarakan, apalagi akan memasuki wilayah kontestasi jabatan politik yang butuh modal sosial, ekonomi, simbolik dan juga kultural yang tidak mudah," terangnya.

"Sepanjang yang saya tahu hingga sekarang, di pilkada langsung Surabaya belum pernah ada aparat hukum aktif yang maju dalam kontes politik. Apakah itu jaksa atau hakim aktif, kecuali para pembela hukum (lawyer)," tambah Surokim.

Surokim yang juga dekan di Universitas Trunojoyo Madura ini menyampaikan, tantangan maju di Pilwali Surabaya sungguh tidak ringan.

"Pertama, terkait dengan modal politik berupa dukungan partai dan tokoh kunci. Apakah sudah punya koneksi kuat, karena untuk dapat rekom partai butuh modal lengkap," jelasnya.

Baca Juga: Machfud Arifin Ikhlas dan Doakan Eri Cahyadi-Armudji

Yang kedua, masih kata Surokim, yaitu modal sosial berkaitan dengan daya terima publik Surabaya khususnya menyangkut relasi sosial dan portofolio pengakuan publik. Sedangkan yang ketiga yaitu modal simbolik seberapa progresif visi membangun Kota Surabaya.

Bagi jaksa aktif, kata dia, jika bersih bisa jadi akan punya modal simbolik positif untuk penanganan kasus pemberantasan korupsi.

"Namun bagaimana dengan modal politik, ekonomi dan sosial. Bagaimana dengan modal ekonomi dan modal simbolik visi progresif membangun kota. Apakah bisa menampakkan potensi lebih dari Bu Risma," tutupnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.