Rabu, 17 Jun 2026 13:57 WIB

Ganjar Sebut 7 Kasek di Jateng Terpapar Radikal, Khofifah Ungkap ini

  • Penulis : LKBN Antara
  • | Minggu, 15 Sep 2019 10:38 WIB
Gubernur Ganjar dan Gubernur Khofifah dalam acara Halaqoh Kyai Santri tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Jawa Tengah (foto: Akun Twitter Pemprov Jawa Timur)
Gubernur Ganjar dan Gubernur Khofifah dalam acara Halaqoh Kyai Santri tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Jawa Tengah (foto: Akun Twitter Pemprov Jawa Timur)

jatimnow.com - Tujuh kepala sekolah (kasek), baik dari SMA, SMK bahkan SLB negeri di Provinsi Jawa Tengah, terindikasi terpapar radikalisme. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Sekarang masih kami bina untuk kembali ke jalan yang benar. Kalau tidak mau, ya diambil tindakan tegas," kata Gubernur Ganjar saat menghadiri acara Halaqoh Kyai Santri tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Sabtu (14/9/2019).

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

Gubernur Ganjar mengungkapkan bahwa sekolah memang menjadi salah satu tempat yang harus segera dibereskan terkait dengan ideologi bangsa dan negara. Politikus PDI Perjuangan itu mengaku sudah mendapat laporan dari banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat mengenai penanaman paham radikal yang dilakukan sangat masif di sekolah-sekolah.

Beberapa laporan yang masuk, lanjut Ganjar, isu radikalisme tersebut diberikan melalui mata pelajaran dan juga kegiatan ekstrakulikuler di sekolah.

"Sekolah memang yang akan kami bereskan secepatnya dan setelah sekolah adalah pemerintahan. Dua hal ini yang menjadi fokus saya, maka saya mengajak ayo semua organisasi keagamaan untuk bareng-bareng meluruskan ideologi bangsa ini," jelasnya.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Orang nomor satu di Jateng itu juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif memantau radikalisme dan jika ada hal yang mencurigakan atau penyebaran paham radikal, segera melapor ke pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti.

Selain Gubernur Ganjar, dalam acara tersebut juga hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga menyoroti tentang masifnya penyebaran radikalisme di lingkungan sekolah.

"Bahkan ada survei dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta yang cukup mengerikan. Tidak sedikit anak yang disurvei sepakat bahwa orang murtad boleh dibunuh," tambah Gubernur Khofifah.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Gubernur Khofifah melanjutkan, tak hanya kalangan siswa, sejumlah guru dan dosen juga menjadi objek survei dan hasilnya banyak guru dan dosen yang memiliki paham radikal.

"Survei tersebut menunjukkan tingginya intoleransi di Indonesia. Untuk itu saya mengajak Mas Ganjar agar Jateng dan Jatim sering bertemu dan duduk bersama menyelesaikan persoalan-persoalan intoleransi," tuturnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.