Minggu, 21 Jun 2026 03:18 WIB

Kepala Staf Kepresidenan: Jangan Gunakan Masjid Untuk Berpolitik

Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko saat acara Seminar Nasional Pancasila di Surabaya.
Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko saat acara Seminar Nasional Pancasila di Surabaya.

jatimnow.com - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengajak menggunakan masjid untuk tempat beribadah dan pendidikan karakter. Bukan untuk kepentingan lainnya termasuk kepentingan politik.

Hal itu disampaikan Moeldoko usai membuka acara Seminar Nasional Pancasila 'Pembudayaan Pancasila pada Era Generasi Milenial' yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur, di aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, Sabtu (21/4/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Saya selalu mengatakan bahwa, masjid, pesantren, tempat beribadah memiliki nilai-nilai sangat strategis dalam membangun karakter bangsa. Untuk itu jangan masjid digunakan untuk kepentingan-kepentingan lain. Apalagi untuk kepentingan politik. Ini tidak sehat dan ini akan membawa kondisi yang tidak bagus ke depan," ujar Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menerangkan, dunia saat ini menghadapi situasi perubahan yang cepat. Tapi di dalamnya penuh jebakan penuh resiko, kompleksitasnya luar biasa dan sering mengejutkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Lingkungan ini harus betul-betul disikapi oleh anak-anak muda, dipahami oleh lingkungan itu. Bagaimana harus menyiapkan diri dengan baik. Menyiapkan diri dengan baik seperti apa, menyiapkan diri tidak cukup dengan kemampuan skill keahlian dan science-nya, tapi juga karakternya harus dipersiapkan," tuturnya.

Melalui kegiatan seminar Pancasila ini diharapkan ikut membentuk karater. Moeldoko yakin, anak-anak yang tinggalnya di lingkungan asarama, di lingkungan pesantren, lingkungan masjid akan terbentuk karaternya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Karena mereka akan mendapatkan character building dari para seniornya, guru-guru ngajinya," jelasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.