Sabtu, 20 Jun 2026 07:21 WIB

Penyelundupan 74 Ekor Burung Dilindungi ke Jawa Timur Digagalkan

Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi memberikan keterangan terkait penyelundupan 74 burung dilindungi yang digagalkan petugasnya
Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi memberikan keterangan terkait penyelundupan 74 burung dilindungi yang digagalkan petugasnya

jatimnow.com - Penyelundupan 74 ekor burung dilindungi dari Makassar ke Pulau Jawa, digagalkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya. Burung-burung itu diselundupkan melalui Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra VII menuju Pelabuhan Tanjung Perak.

Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi menggatakan, digagalkannya penyelundupan 74 burung dilindungi itu berawal dari laporan masyarakat. KM Dharma Rucitra VII itu sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 8 September 2019.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Saat kapal itu sandar, petugas BBKP Surabaya dibantu personel kepolisian dan TNI langsung menuju target. Mereka menuju dua truk yang di dalamnya terdapat 74 ekor burung dilindungi. Saat diperiksa, 5 ekor di antaranya mati. Dua truk itu bernopol DD 9997 PA dan DD 8624 KJ.

Jenis burung yang diselundupkan itu adalah Nuri Maluku, Betet Paruh Bengkok, Kakaktua Jambul Jingga, Kakaktua Jambul Kuning, Nuri Bayan, Perling, Bilbong serta Tuwo. Burung-burung ini rencananya akan dikirim ke beberapa wilayah di Jawa Timur.

"Modus pengirimannya, tidak ditempatkan di belakang sopir, tetapi di kolong sasis bawah. Selain itu, petugas kami juga berhasil menemukan burung di truk lain di dalam kapal yang sama," tutur Musyaffak, Selasa (10/9/2019).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dalam kasus tersebut, BBKP Surabaya juga memeriksa empat orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan, salah satunya adalah seorang sopir truk.

"Semuanya kami periksa untuk menentukan proses selanjutnya. Upaya-upaya perlindungan telah dilakukan secara terus menerus oleh lembaga berwenang. Namun perdagangan burung ilegal atau tanpa dokumen, tetap saja marak," beber Musyaffak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Ia menambahkan, untuk memberantas praktik penyeludupan serupa, BBKP Surabaya mengimbau agar masyarakat selalu berpartisipasi mencegah penyebaran hama penyakit hewan dan tumbuhan serta penggagalan masuknya komoditas pertanian secara ilegal.

"Oleh sebab itu, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan berharap, ke depan peran tersebut dapat ditingkatkan untuk bersama-sama melindungi kekayaan hayati kita," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.