Kamis, 18 Jun 2026 12:49 WIB

Mantan TKI asal Ponorogo Sulap Limbah Kaca Menjadi Miniatur Menara

Miniatur menara dari limbah kaca hasil karya Miran, mantan TKI asal Ponorogo
Miniatur menara dari limbah kaca hasil karya Miran, mantan TKI asal Ponorogo

jatimnow.com - Berbagai miniatur menara yang terbuat dari kaca, terpajang di sebuah rumah di Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Lampu warna-warni menambah keindahan menara-menara tersebut.

Rumah itu merupakan rumah Miran. Dia pula yang membuat sejumlah miniatur menara tersebut. Pria 35 tahun itu membuat miniatur menara dengan memanfaatkan limbah kaca. Miran merupakan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sejumlah miniatur menara itu, ia tata di atas lemari kaca. Tampak miniatur Monas, Menara Eiffel, menara kembar petronas Malaysia, masjid, gapura hingga candi, ia ciptakan.

Miran tampak memotong limbah kaca menjadi satu ukuran kecil. Potongan kaca itu ia tempelkan satu sama lainnya menggunakan lem.

Miran, mantan TKI asal Ponorogo mulai memotong limbah kaca untuk ia jadikan miniatur menaraMiran, mantan TKI asal Ponorogo mulai memotong limbah kaca untuk ia jadikan miniatur menara

"Proses pengeleman ini yang memakan waktu paling lama. Sebab masing-masing layer harus menunggu kering, begitu terus sampai jadi menaranya," kata Miran ditemui di rumahnya, Sabtu (7/9/2019).

Miran bercerita, setelah pulang menjadi TKI di Malaysia, ia justru kebingungan lantaran tidak memiliki penghasilan tetap. Di sisi lain, ia sudah tidak berniat lagi menjadi TKI. Alasannya, ia ingin selalu dekat dengan keluarga.

Ide menciptakan miniatur menara muncul saat Miran melihat banyak limbah kaca yang berserakan di dekat rumah penguasaha kaca. Miran mulai memutar otak untuk bisa memanfaatkan limbah kaca tersebut menjadi barang yang istimewa dan berharga.

"Kemudian saya belajar dari YouTube. Berbekal itu, saya baru berhasil membuat karya miniatur dari kaca setelah tiga bulan," ungkap Miran.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Setelah berhasil menciptakan beberapa miniatur menara, Miran kemudian memasarkannya melalui media sosial Facebook. Ia juga menawarkannya melalui sejumlah grup WhatsApp yang ia ikuti.

Proses pengeleman miniatur menara dari limbah kacaProses pengeleman miniatur menara dari limbah kaca

"Alhamdulillah saat itu karya saya mulai diminati," tuturnya.

Berbagai pesanan mulai datang kepadanya. Selain miniatur menara, sejumlah pemesan ingin dibuatkan hiasan dinding kaligrafi, bahkan vas bunga.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Pesanan Menara Eiffel setinggi dua meter, saya selesaikan dalam waktu satu bulan," terang Miran.

Miniatur menara dan lainnya, ia jual sesuai ukuran. Ia memasang harga mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah. Menurutnya, Menara Eiffel dengan harga Rp 350 ribu, menjadi karyanya yang paling laris. Sedangkan untuk vas bunga dan kap lampu, ia bandrol dengan harga Rp 30 ribu hingga ratusan ribu.

"Sejak tiga tahun saya menekuni usaha ini, saya tidak pernah absen mengikuti pameran-pameran kreatif," paparnya.

Dari karya ciptaannya itu, Miran bisa meraup omzet jutaan rupiah setiap setiap bulan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.