Jumat, 12 Jun 2026 08:54 WIB

Bupati Anas Bocorkan 20 Prinsip Kreatif Mengembangkan Daerah

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membocorkan 20 prinsip kreatif mengembangkan daerah dalam Konferensi Kota Kreatif di Ternate
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membocorkan 20 prinsip kreatif mengembangkan daerah dalam Konferensi Kota Kreatif di Ternate

jatimnow.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan 20 prinsip kreatif pengembangan daerah di depan ratusan peserta Konferensi Kota Kreatif yang baru saja digelar di Ternate.

"Ya, baru saja diundang ICCN (Indonesia Creative Cities Network). Kita paparkan soal prinsip-prinsip kreatif mengembangkan daerah. Kira-kira ada 20 prinsip kreatif," ujar Bupati Anas di Banyuwangi, Sabtu (7/9/2019).

Baca Juga: Yayasan di Blitar Ini Kenalkan Potensi Pedidikan Melalui Ibadurrahman Fair 2026

"20 prinsip kreatif itu ya kira-kira hasil rangkuman dari perjalanan menjadi bupati Banyuwangi. Program berhasil, program kurang sukses, semuanya kita cari benang merahnya. Lalu ada 20 prinsip kreatif itu," tambahnya.

Bupati Anas menambahkan, 20 prinsip kreatif itu bisa dikluster dalam tiga bagian besar, yaitu inovasi, pemasaran daerah dan kepemimpinan. Dalam bagian inovasi, terdapat enam prinsip kreatif. Di bagian pemasaran daerah ada tujuh prinsip kreatif. Sedangkan pada bagian kepemimpinan ada tujuh prinsip. Enam prinsip kreatif dalam bagian inovasi antara lain prinsip paradoks, daya saing, mencipta, ATM (amati, tiru, modifikasi), fokus, dan proaktif.

"Prinsip kreatif paradoks, misalnya kita ubah puskesmas dari pelayanan orang sakit menjadi mall orang sehat. Lalu kita coba ubah bukan semata-mata PAD, tapi program untuk penggerak PDRB," paparnya.

Bupati Anas mencontohkan, dalam prinsip fokus yang dilakukan adalah 'semakin terbawah, maka semakin menjadi prioritas teratas'.

Bupati Anas menjadi salah satu narasumber Konferensi Kota Kreatif di TernateBupati Anas menjadi salah satu narasumber Konferensi Kota Kreatif di Ternate

"Sehingga lahir program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan gratis setiap hari untuk lansia miskin, uang saku dan tabungan untuk pelajar dari keluarga kurang mampu dan sebagainya," jelasnya.

Baca Juga: Mixzone Creative Hub jadikan Ponorogo sebagai Kota Kreatif Dunia Jaringan UNESCO

Lalu tujuh prinsip kreatif di bidang pemasaran adalah prinsip semua pemasar, produk, reposisi, endorser, moment of truth, kearifan lokal dan branding. Disebutkan Bupati Anas, prinsip-prinsip itu sebagai 'antimainstream marketing'.

"Misalnya prinsip semua pemasar, kami memposisikan semua dinas adalah dinas pariwisata. Ini bukan berarti sektor lain tidak diurus, tapi soal pengemasan. Misalnya, Dinas Pertanian tetap mengurusi pengembangan pertanian, tapi kemudian difestivalkan. Ini ada kaitannya dengan prinsip produk, yaitu semua lokasi adalah destinasi dan semua program adalah atraksi. Maka lahir agrotourism yang dikembangkan Dinas Pertanian," sambungnya.

"Reposisi penting, karena kita harus membalik keadaan. Maka lahirlah program smart kampung. Anggapan orang tentang Banyuwangi yang klenik dan terbelakang sekarang berubah karena pelayanan hingga ke desa sudah berbasis teknologi," tuturnya.

Dalam bagian kepemimpinan, ada tujuh prinsip, yaitu prinsip inspirasi, kecepatan memanfaatkan momentum, eksekusi detil, kolaborasi, pemenang, manusiawi dan modal sosial.

Baca Juga: Omah Guyub Hadir di Surabaya, Siap jadi Wadah Millenial Memecah Batas!

"Misalnya pada prinsip kolaborasi, kami hilangkan ego sektoral. ASN melebur jadi satu. Yang jadi fokus adalah outcome, bukan rebutan siapa pelaksananya," bebernya.

Dengan prinsip-prinsip tersebut, kinerja pembangunan Banyuwangi meningkat. Pendapatan per kapita rakyat melonjak dari Rp 20 juta menjadi Rp 48 juta per orang per tahun. Angka kemiskinan yang sebelumnya selalu dua digit, kini tinggal 7,8 persen.

Sementara itu, Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Fiki Satari menyebut, Banyuwangi diundang tampil di Konferensi Kota Kreatif karena sangat kreatif dalam setiap program pembangunannya.

"Banyuwangi telah membuktikan bahwa kreativitas hadir menjadi solusi, tidak hanya untuk pariwisata, namun untuk sosial-ekonomi warga, termasuk kemiskinan. Kreativitas Banyuwangi telah berdampak pada meningkatnya kesejahteraan warga," pungkas Fiki.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.