Rabu, 17 Jun 2026 01:40 WIB

Ini Motif Pelaku yang Menyerang Polsek Krejengan dengan Celurit

Senjata tajam jenis celurit yang diamankan dari pelaku penyerangan Polsek Krejengan
Senjata tajam jenis celurit yang diamankan dari pelaku penyerangan Polsek Krejengan

jatimnow.com - Satreskrim Polres Probolinggo melakukan pemeriksaan kepada tersangka yang menyerang Polsek Krejengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan penyidik memeriksa terhada pelaku Mohamad Sukardi (29) warga Dusun Bawaan, Desa Kedung Caluk, Kecamatan Krejengan.

Baca Juga: Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres

Baca juga: Serang Polsek Krejengan dengan Celurit, Seorang Pelaku Diamankan

Dari hasil pemeriksaan sementara saat menyerang Polsek Krejegan, tersangka dalam keadaan mabuk akibat minuman keras (miras).

"Dari barang bukti yang diamankan polisi ada sebuah botol miras," kata AKP Riyanto saat dihubungi, Jumat (6/9/2019).

Baca Juga: Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

"Apakah ada motif lain atau hanya karena dampak miras itu kami akan terus dalami apalagi sampai membawa sajam atau celurit," tambahnya.

Mohammad Sukardi menyerang Polsek Krejengan pada Kamis (5/9) sekitar pukul 18.15 Wib.

Pelaku yang datang dengan membawa sepeda motor GL MX sambil memainkan gas motornya (bleyer-bleyer), ditegur oleh anggota polisi yang berjaga.

Baca Juga: Siswi SD Asal Probolinggo Wakili Jatim di Ajang Duta Anak Indonesia 2026

Tidak terima teguran, pelaku masuk ke dalam kantor polisi dan menggebrak-gebrak meja serta berupaya menyerang petugas dengan celurit.

Pelaku diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa 1 ( satu) senjata tajam (clurit), 1 unit sepeda motor GL max, 2 buah HP strawbery warna biru dan lenovo warna hitam, 1 lembar karpet warna hitam, 1 botol kosong minuman keras jenis drum wiski, 1 bungkus rokok, 1 korek gas.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.