Kamis, 18 Jun 2026 10:12 WIB

Ratusan Pejabat Pemkab Trenggalek Berpakaian Adat Jawa saat Dilantik

Para pejabat Pemkab Trenggalek yang dilantik mengenakan pakaian adat Jawa
Para pejabat Pemkab Trenggalek yang dilantik mengenakan pakaian adat Jawa

jatimnow.com - Pelantikan dan pengambilan sumpah ratusan pejabat di Pemkab Trenggalek berlangsung unik. Pelantikan digelar di bawah Tugu Garuda Alun-alun dan semua yang terlibat mengenakan pakaian adat Jawa.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memimpin pelantikan tersebut. Sedangkan pejabat yang dilantik ada 204 orang. Mereka terdiri dari 7 Pejabat Tinggi Pratama, 57 Pejabat Administrator, 124 Pejabat Pengawas dan 16 Pejabat Fungsional (pengawas sekolah, penilik, guru dan auditor).

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Saya harap pejabat yang saya lantik percaya diri dan saudara mampu menjalankan amanah yang diberikan," ucap Bupati Nur Arifin, Rabu (4/9/2019).

Penggunaan pakian adat Jawa dalam pelantikan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Bupati Nur Arifin, pakaian adat Jawa merupakan simbol pejabat yang dilantik sebagai abdi masyarakat yang wajib memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.

Pelantikan ratusan pejabat Pemkab Trenggalek digelar di ruang terbukaPelantikan ratusan pejabat Pemkab Trenggalek digelar di ruang terbuka

Baca Juga: Puluhan Pejabat Pemkot Probolinggo Dimutasi, Ini Harapan Wali Kota

"Yang sangat sakral pelantikan ini dilakukan di tempat terbuka di bawah Tugu Garuda Alun-alun Trenggalek," jelasnya.

Selain itu, pakaian adat Jawa memiliki filosofi yaitu agar pejabat yang dilantik bisa njawani atau pekerjaan yang dilakukan mengacu nilai-nilai luhur adat Jawa.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Motif garis lurus pada pakaian lurik dapat diartikan apa yang dikerjakan akan di pertanggungjawabkan kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa. Bupati Nur Arifin juga mengingatkan kepada para pejabat yang dilantik, agar bekerja sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

"Ada konsekuensi yang akan ditanggung, terhadap kontrak kerja yang dibuat," tambahnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.