Rabu, 17 Jun 2026 07:39 WIB

Demi Buku Bhineka Tunggal Ika, Paijo Jalan Kaki Keliling Indonesia

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 01 Sep 2019 17:11 WIB
Paijo, pemuda yang jalan kaki keliling Indonesia start dari Makassar saat sampai di Ngawi, Jawa Timur
Paijo, pemuda yang jalan kaki keliling Indonesia start dari Makassar saat sampai di Ngawi, Jawa Timur

jatimnow.com - Seorang pemuda bernama Prayogi PY alias Paijo, melakukan perjalanan keliling Indonesia. Pemuda 21 tahun asal Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanyang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu, sampai di Ngawi, Minggu (1/9/2019).

"Saya berjalan kaki berangkat dari Makassar bulan Oktober 2018," kata Paijo.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Berangkat dari Makassar, Paijo saat itu langsung menuju Sumatera kemudian Jakarta. Paijo mengaku, selama perjalannya, ia melihat langsung dan merasakan perbedaan budaya dan bahasa dari daerah-daerah yang disinggahinya.

"Ada yang ramah, ada pula yang tidak suka. Kalau jalan gini pasti bau, pasti banyak yang jijik," tambahnya.

Paijo menceritakan, banyak warga yang penasaran melihat tas Paijo yang bertuliskan Jalan Kaki Jelajah Nusantara Keliling Indonesia.

"Mereka penasaran pemiliknya siapa, terus saya datang. Mereka pasti minta foto," bebernya.

Ia mengaku ingin menulis buku tentang Bhineka Tunggal Ika selepas jalan kakinya keliling Indonesia rampung. Ia ingin aksi jalan kakinya bermanfaat. Sebab sepanjang perjalannya, ia ingin mengobservasi karakter orang-orang yang ia temui.

"Aku harus tahu kondisinya. Biar kerasa Bhineka Tunggal Ika-nya," tambahnya.

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

Segudang pengalaman selama perjalanan, juga ia temukan, seperti beberapa kali kena begal dan palak para preman. Ia bahkan harus berganti handphone sebanyak lima kali akibat aksi kriminal tersebut.

"Handphone saya dipalak di lima lokasi, salah satunya di Lampung. Empat lainnya saya lupa daerahnya," ungkapnya.

Untuk menempuh perjalanan, Paijo mengaku hanya membawa sedikit modal. Untuk itu, setiap singgah di sebuah daerah, ia selalu mencari pekerjaan sedapatnya.

"Kadang saya borong tisu, lalu saya jual di perempatan. Atau saya jual koran. Hasilnya buat jalan lagi," tuturnya.

Baca Juga: Taman Zakat dan YBM PLN Atasi Krisis Air di Ngawi dengan Sumur Bor

Sampai di Kabupaten Ngawi, Paijo mengaku tidak bisa menjual tisu maupun koran. Sebab, berdasarkan peraturan daerah (perda), masyarakat dilarang berjualan di perempatan lampu merah.

"Tapi bekal masih ada. Kalau tidak ada, nanti ke warung makan, minta izin untuk bantu kerja. Kan pasti dapat uang dan makan," harapnya.

Selain mengeksplore budaya dan bahasa di setiap daerah yang disinggahinya, Paijo juga menyempatkan mampir ke tempat wisata dan kuliner di setiap daerah tersebut. Mampir ke kantor kecamatan atau pemkab untuk meminta stempel juga ia lakukan sebagai bukti bahwa ia pernah singgah di daerah itu.

"Saya cuma minta stempel. Nanti bisa dilampirkan jika buku yang saya impikan terwujud," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.