Senin, 08 Jun 2026 15:38 WIB

Tragedi Jembatan Widang, Kapolda Minta Truk Ditimbang

  • Penulis :
  • | Jumat, 20 Apr 2018 19:36 WIB
Kapolda Jatim saat meninjau Jembatan Widang yang runtuh.
Kapolda Jatim saat meninjau Jembatan Widang yang runtuh.

jatimnow.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin tak ingin kejadian runtuhnya jembatan yang baru di Widang, Kabupaten Tuban terulang lagi. Kapolda berharap kepada petugas di jembatan timbang, untuk memeriksa setiap beban muatan truk.

"Kita mengimbau kita berharap Jembatan Timbang itu diberlakukan lagi lah. Itu regulasinya pada pemerintah bukan pada kita (polisi)," kata Irjen Pol Machfud Arifin kepada wartawan di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (20/4/2018).

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Kapolda menerangkan, kejadian runtuhnya Jembatan Widang yang menghubungkan Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban karena diduga truk-truk yang bermuatan sekitar 50 ton melintas dalam waktu bersamaan dan berdampingan.

"Seperti kemarin itu kan 50 ton, 50 ton bersamaan pada satu titik akhirnya menjadi beban yang tidak mampu menahan itu," tuturnya.

Ia berharap, jembatan timbang bagi truk diberlakukan lagi. Hal itu sangat penting karena untuk mengontrol beban muatan truk.

"Untuk mengetahui berapa beratnya (muatan truk) ya harus ditimbang. Kalau nggak ada timbangannya, nggak ada kontrolnya ya repot. Seharusnya untuk pencegahan ya timbangan. Kalau timbangannya terlalu berat, ya dihentikan saja (operasional truk)," tuturnya.

Kapolda menambahkan, Gubernur Jatim Soekarwo sudah membuat surat kepada instansi terkait, untuk kembali memberlakukan jembatan timbang.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

"Pak gubernur sudah membuat surat untuk diberlakukan jembatan timbang lah, kira kira begitu," ujarnya.

Selain itu, kapolda juga meminta pengawasan dan audit terhadap jembatan-jembatan, termasuk jembatan rel kereta api yang rawan runtuh, agar tidak terulang kejadian seperti runtuhnya di Jembatan Widang.

"Kita harapkan para kapolres dengan jajarannya dengan bupati dan wali kotaserta TNI untuk membuat berita acara atau melaporkan kalau menemukan jembatan-jembatan yang sudah tidak layak," katanya.

"Atau perlu diaudit, diperiksa secara rutin untuk melihat jembatan yang tua. Atau menemukan jembatan yang tua dilaporkan kepada pihak balai jalan (Balai Besar Jalan Nasional di Surabaya), kira-kira begitu," jelasnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

 

Reporter: Jajeli Rois

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.