Selasa, 16 Jun 2026 14:24 WIB

Disekap Dua Hari, Siswi SMA di Ngawi Dicabuli Seorang Petani

Ilustrasi/jatimnow
Ilustrasi/jatimnow

jatimnow.com - Tragis dialami siswi SMA kelas di Ngawi. Disekap selama dua hari, korban dipaksa untuk melayani perbuatan bejat pelaku Sa (26), warga Desa Babadan, Kecamatan Paron.

Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP M Khoirul Hidayat mengatakan keduanya berkenalan lewat media sosial (medsos) Facebook dua bulan silam.

Baca Juga: Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Pelaku yang berprofesi sebagai petani itu mengajak korban untuk bertemu Minggu (25/8) lalu. Setelah bertemu, korban dibujuk rayu untuk mau mampir ke rumahnya.

"Korban dikunci di kamar dua hari dan tidak boleh keluar. Untuk makan dan minum bahkan diambilkan oleh pelaku," kata AKP Khoirul, Sabtu (31/8/2019).

Saat disekap ini, Sa memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Sedikitnya tiga kali siswi SMA itu digauli. Agar penyekapan tidak diketahui oleh keluarga korban, handphone milik siswi ini disita dan dimatikan oleh pelaku.

"Jejaknya dihilangkan. Handphone korban dimatikan oleh pelaku," terang mantan Kasat Reskrim Polres Magetan ini

Baca Juga: LPG 3 Kg Langka di Madiun? Pertamina Guyur Tambahan 104 Ribu Tabung

Setelah menyekap dua hari dan melampiaskan nafsu, Sa meminta rekannya untuk mengantar korban pulang ke rumahnya pada Selasa (27/8).

Keluarga korban yang kehilangan putrinya dua hari kebingungan dan berusaha mencari keberadaannya.

Korban yang pulang kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Tidak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi. Unit Perlindungan perempuan dan anak (UPPA) Polres Ngawi kemudian menangkap pelaku.

Baca Juga: Tekan Sampah Plastik, Dindik Jatim Motori Gerakan Zeroplast

"Setelah mendapat laporan, pelaku kami tangkap di rumahnya. Ia kami jerat dengan pasal perlindungan anak pasal 81 atau pasal 82 UU nomor 17 tahun 2016. Korban kini mendapat penanganan psikolog untuk memulihkan kondisi setelah mengalami kejadian tersebut," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.