Kamis, 18 Jun 2026 01:06 WIB

Hidup Miskin, Keluarga ini Tempati Gubuk Reot di Kota Probolinggo

Sri Astutik di rumahnya
Sri Astutik di rumahnya

jatimnow.com - Satu keluarga yang berada di Jalan Cangkring Gang 04 RT 02 RW 02, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo menempati rumah yang tidak layak huni.

Tempat tinggal yang ditempati oleh pasangan Sri Astutik (39) dan Seniman bersama kedua anaknya di bawah naungan rumah terbuat dari gedek yang telah reot.

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Berukuran 2,5 x 7 meter persegi, kondisi rumah sudah tidak layak untuk ditempati. Selain gedek yang sudah melapuk, atap rumah juga nyaris ambrol.

"Saya sudah tinggal dirumah ini 15 tahunan semenjak anak saya lahir," kata Astutik, Kamis (29/8/2019).

Menurutnya, penderitaanya bertambah ketika memasuki musim penghujan. Rumah yang didominasi dari bambu ini akan bocor ketika hujan datang.

"Kalau hujan, airnya akan menggenangi dalam rumah," ujarnya sedih.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Ia juga mencemaskan kondisi rumahnya yang telah memprihatinkan saat Kota Probolinggo didera oleh angin kencang.

"Khawatir kalau angin kencang, takut rumah yang saya tempati roboh," lanjutnya.

Selama ini dirinya berusaha untuk memperbaiki rumah dengan mengumpulkan tabungan dari hasil bekerja di warung nasi milik tetangganya. Namun hasil dari bekerja tersebut tidak mencukupi untuk memperbaiki rumahnya.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

"Suami saya bekerja sebagai pedagang asongan di Alun-alun kota ketika Pasar Minggu," katanya.

Astutik berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi keluarganya.

"Semoga pemerintah berkenan membantu agar rumah yang kami tempati dapat layak untuk ditempati bersama anak dan suami," harapnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.