Kamis, 18 Jun 2026 14:22 WIB

Buntut Insiden di Asrama Papua Surabaya, Susi Dicecar 28 Pertanyaan

Tri Susanti atau Susi (kiri) bersama tim kuasa hukumnya di Mapolda Jatim
Tri Susanti atau Susi (kiri) bersama tim kuasa hukumnya di Mapolda Jatim

jatimnow.com - Pemeriksaan terhadap Tri Susanti alias Susi oleh penyidik di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim berlangsung selama 9 jam dan dicecar 28 pertanyaan.

Pemeriksaan terhadap koordinator lapangan (Korlap) aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua ini berjalan sejak Senin (26/8) sekitar pukul 15.30 Wib hingga pukul 00.30 Wib, Selasa (27/8/2019). 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Sampai pukul 00.30 Wib, pertanyaannya cuma 28, sedikit aja," kata Sahid, kuasa hukum Tri Susanti.

Baca juga:  

Dalam pemeriksaan itu, kata Sahid, kliennya diminta untuk menjelaskan secara detail kronologi tentang apa yang terjadi sebelum kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

Sejak 14 Agustus 2019, Susi memang mengundang beberapa rekan ormas untuk melakukan mediasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tambaksari.

Undangan yang di sebar pun resmi dan tidak ada unsur kebencian ataupun provokasi. Susi hanya meminta agar Muspika memasangkan bendera merah putih di depan Asrama Papua, karena mendekati peringatan hari kemerdekaan RI.

"Pemeriksaannya ditanya seputar tanggal 14, 15, 16, 17 (Agustus) waktu ada undangan itu. Mbak Susi itu ngundang teman-temannya, Muspika, Kelurahan, Kecamatan, untuk mediasi minta dipasang bendera di Asrama Papua," ujarnya.

Selanjutnya, pada tanggal 15 Agustus, bendera yang pemasangannya diinisiasi oleh Susi dan pihak ormas ternyata sudah terpasang di depan asrama yang dipasang oleh Muspika setempat.

Setelah terpasang, bendera yang berada di depan asrama bergeser ke rumah sebelah. Pihak Susi yang mengetahui hal itu meminta Muspika untuk mengembalikan posisi bendera seperti semula.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Setelah dipasang ternyata bendera itu bergeser ke pagar rumah sebelah. Akhirnya lapor lagi untuk dipasang lagi," terusnya.

Pada 16 Agustus siang bendera tersebut ditemukan di dalam selokan depan asrama dengan kondisi tiang sudah rusak. Mengetahui hal itu, Susi kemudian menyebarkan foto dan video yang mengatakan bahwa tiang bendera tersebut telah dipatahkan dan disobek.

Menurut Sahid, kronologi yang disampaikan oleh kliennya membuat pemeriksaan berjalan cukup alot lantaran ada perbedaan persepsi antara penyidik dengan Susi.

Menurut penyidik tiang bendera tersebut tidak patah, melainkan bengkok. Begitu juga Bendera Merah Putih juga tidak sobek.

"Tiang bendera yang patah katanya (penyidik) gak patah, terus masalah. Bendera yang kesobek cuma gak ada sobekan, cuma masuk ke selokan ya. Jadi itu kan memang dua sisi (berbeda) maksud dan tujuannya sama," ujar dia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selanjutnya, foto dan video itu kemudian membuat aparat, ormas dan masyarakat pun mulai berdatangan ke asrama. Sahid mengatakan jika di kondisi itu, bukan menjadi lagi kendali kliennya. Susi sendiri hanya sebentar saja berada di lokasi.

Selain itu, undangan yang dipakai Susi juga tidak menggunakan kalimat ajakan yang provokatif, apalagi menyebarkan ujaran kebencian. Ia pun optimis Susi tidak bisa dipersangkakan pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang ujaran kebencian.

"Gak ada (ujaran kebencian) kita yakin gak ada, bahasanya juga standart aja. 'Ayo rekan-rekan audiensi untuk diminta pasangkan bendera di asrama'. Tidak ada yang provokatif," tukasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.