Senin, 22 Jun 2026 02:40 WIB

Kejari Selidiki Penyebab Atap Pasar Somoroto Ponorogo yang Ambruk

Atap Pasar Somoroto Ponorogo sisi selatan yang hampir ambruk
Atap Pasar Somoroto Ponorogo sisi selatan yang hampir ambruk

jatimnow.com - Insiden ambruknya atap Pasar Somoroto ditelisik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo.

Korps Adhyaksa yang menjadi bagian dari Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) memastikan akan memanggil pihak terkait proyek tersebut.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Baca juga: 

"Apakah perencanaannya keliru atau pelaksanaannya tidak sesuai spesifikasi, pasti ada konsekuensi hukum," kata Ketua TP4D Kejari Ponorogo, Kundrat Mantolas, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan, pasca atap pelataran di sisi timur Pasar Somoroto ambruk, pihaknya telah koordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) yang menangani kegiatan fisik pasar tersebut.

"Tim TP4D juga sudah meninjau kerusakan. Semua akan dikumpulkan pihak terkait proyek senilai Rp 5,3 miliar itu. Paling cepat Kamis esok (22/8)," katanya.

Dengan mengetahui apa penyebab kerusakan, maka baru dapat ditindaklanjuti. Kundrat mengemukakan sejumlah kemungkinan bisa saja terjadi dibalik ambruknya pasar yang baru diserahterimakan akhir Januari lalu itu.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Bisa saja, kata dia, ada pelanggaran dalam perencanaan atau pelaksanaan kegiatan. Proyek diketahui dikerjakan oleh PT Anggaza Widya Ridhamulia (PT AWR) asal Surabaya.

"Apa dari perencanaan atau pada saat pelaksanaan yang tidak betul. Bisa juga ada kemungkinan, bahwa pemanfaatannya tidak dilakukan semestinya," kata pria yang menjabat sebagai Kasi Intel Kejari Ponorogo itu.

Dari pengecekan yang dilakukan TP4D, sejumlah saksi pedagang yang ditemui mengutarakan ada angin kencang pada saat kejadian. Terlepas dari penyebab kerusakan, Kundrat menyatakan bahwa PT AWR berkewajiban untuk memperbaiki atap yang rusak itu. Sebab, masih masuk dalam masa pemeliharaan sejak diserahterimakan akhir Januari lalu.

"Tapi kami tidak serta-merta bisa mengatakan bahwa itu penyebabnya. Kalau ternyata dari awal memang ada itikad tidak baik, tentu ada resiko hukumnya," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.