Selasa, 16 Jun 2026 21:46 WIB

Bangun Asrama Mahasiswa Nusantara di Jatim, Ini Harapan Khofifah

Gubernur Khofifah/ foto dokumen
Gubernur Khofifah/ foto dokumen

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berencana membuat Asrama Mahasiswa Nusantara.

Khofifah mengatakan rencana tersebut berasal dari pertemuan antara Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah dan beberapa OPD setelah berunding.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

"Jadi tadi setelah apel saya cocokkan bersama Pak Wagub, Sekda, dan beberapa OPD," ujar Khofifah, Senin (19/8) malam.

Khofifah berencana akan meminta izin kepada mahasiswa di Jatim agar setuju dengan rencana itu. Apabila setuju nanti akan disiapkan beberapa plot bagi mahasiswa dari berbagai daerah.

"Bagaimana kalau kita siapkan Asrama Mahasiswa Nusantara dengan meminta keikhlasan mahasiswa Jatim. Karena kalau kita ingin menyiapkan maka akan siapkan plot Papua berapa, Kalimantan berapa, Sulawesi berapa," kata Khofifah.

Dibentuknya asrama ini juga sebagai bentuk komitmen untuk mempersatukan para mahasiswa seluruh Indonesia agar bisa guyub dan rukun sesama.

"Jadi ini sebenarnya memori kita semua. Bagaimana sebetulnya Jong Java, Jong Celebes, Jong Borneo, itu semua mereka kemudian mengikrarkan dirinya. Mengikatkan dirinya untuk bersama-sama mengikatkan komitmen untuk inilah tumpah darah kita Indonesia," lanjutnya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Gula Jatim Terus Meningkat

Menurut Khofifah, dengan beragam suku dan bahasa serta adat istiadat nantinya akan menimbulkan sikap toleransi. Di situlah nantinya akan muncul pemahaman, kepercayaan dan menghargai sesama diantara mereka yang berasal dari berbagai daerah.

"Kami punya bahasa Indonesia dan seterusnya. Maka yang ada di dalam diri mereka adalah bagaimana mereka menjadi Indonesia, dengan beragam suku, beragam bahasa, dan beragam adat istiadat dan akhirnya tepo selironya akan muncul. Disitulah muncul understanding, trust, dan respect diantara mereka yang berasal dari berbagai daerah," jelasnya.

Munculnya pemahaman, lanjut Khofifah, dirasa penting karena akan terjalin kepercayaan dan tidak mudah untuk terpancing. Munculnya isu-isu hoaks akan mudah terverifikasi dan klarifikasi antar sesama.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

"Saling bergandengan tangan semua kita ajak untuk bergandengan tangan, saling memunculkan understanding. Jadi persuadaran yang sejati memang harus dibangun diatas kesalingan itu, saling memahami, saling mempercayai dan saling menghormati. Nah upaya-upaya ini harus terus kita lakukan, karena sangat mungkin terdistorsi oleh satu dan lain hal," tutup Khofifah.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.