Minggu, 21 Jun 2026 01:50 WIB

Ribuan Warga Tuntut Dua Tempat Hiburan Malam di Probolinggo Ditutup

Aksi warga Probolinggo tuntut hiburan malam ditutup
Aksi warga Probolinggo tuntut hiburan malam ditutup

jatimnow.com - Ribuan warga kota Probolinggo menggelar aksi menuntut penutupan tempat hiburan malam yang masih beroperasi.

Mereka berdemo di depan kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Panaskan Mesin Politik, Lima PAC PDIP Kota Probolinggo Resmi Dilantik

Warga yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Kota Probolinggo ini meminta agar pemerintah tidak memperpanjang izin operasional dua tempat hiburan malam di kota tersebut.

Beberapa tulisan protes dibentangkan dalam aksi turun jalan diantaranya "Stop Seks Bebas" dan "Kotaku Bukan Kota Germo".

"Kami harap Wali Kota Probolinggo untuk tidak memperpanjang izin dua tempat hiburan malam yang ada," kata Musyarofa salah satu koordinator aksi.

Menurutnya, dengan beroperasinya tempat hiburan malam, Ia menilai banyak mengandung dampak negatif terutama bagi kalangan generasi muda.

"Kami minta Wali Kota Probolinggo tetap untuk tidak memperpanjang meski pihak DPRD merekomendasikan untuk membukanya kembali," tegasnya.

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengatakan aksi dukungan tersebut memperkuat langkah yang dilakukan oleh pihaknya untuk tidak memperpanjang izin.

"Kami tidak akan membuka kembali tempat izin tempat hiburan malam. Meski DPRD ngotot untuk dibuka kembali," katanya.

Baca Juga: Antisipasi Perundungan, SMPN 5 Probolinggo Perketat Pengawasan Lewat CCTV

Kebijakan tidak memperpanjang izin operasional dua tempat hiburan malam di kota Probolinggo, Hadi mengaku bukan tanpa alasan yang jelas.

Menurutnya, kedua tempat hiburan malam tersebut membuat keresahan bagi masyarakat Probolinggo.

"Kami melakukan ini demi mewujudkan Kota Probolinggo lebih baik," tegasnya.

Hadi menambahkan, selain dua tempat hiburan malam yang tidak diperpanjang izin operasionalnya, ia juga berjanji akan menutup tempat hiburan berkedok warung kopi.

Baca Juga: Dihujani 12 Catatan Kritis, Begini Jawaban Pemkot Probolinggo Soal Raperda PKL

"Persoalan penutupan itu tinggal tunggu tanggal mainnya," jelasnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.