Selasa, 16 Jun 2026 13:10 WIB

Penyerangan Polsek Wonokromo

Aksi Amaliyah Pelaku Diduga Belajar dari Media Sosial Konten JAD

Barang yang dibawa pelaku saat menyerang Polsek Wonokromo
Barang yang dibawa pelaku saat menyerang Polsek Wonokromo

jatimnow.com - IM atau Imam Mustofa alias Ali pelaku penyerangan Polsek Wonokromo belajar secara otodidak dari internet melalui konten Ustaz Aman Abdurrahman yang merupakan seorang pendiri Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan jika motif yang dilakukan oleh pelaku berasal dari belajar melalui media sosial (medsos) kemudian diaplikasikan menyerang kantor polisi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Sementara sudah. Itu mengaplikasikan apa yang dipelajari di medsos dengan aksi Amaliyah," katanya, Minggu (18/8/2019).

Baca juga: 

Saat ditanya apakah pelaku merupakan pengikut dari anggota JAD, Barung mengatakan jika hal tersebut pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menjawabnya secara detail. Namun, kuat dugaan mengarah ke jemaah tersebut.

"Itu nanti porsi Densus 88 ya. Kuat dugaan ke arah sana," ujarnya.

Dari hasil penyidikan, pelaku penyerangan Polsek Wonokromo hanya dilakukan Imam Mustofa warga Sumenep, Madura.

"Sementara perorangan," ucapnya singkat.

Penyidikan kasus ini, lanjut Barung, masih terus dilakukan untuk bisa mengungkap pelaku-pelaku yang lainnya apabila ada yang terlibat. Namun, kewenangan dari penyidikan tersebut telah diambil alih oleh Densus 88 Mabes Polri.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

"Penyidikan diambil alih Densus 88 Mabes Polri. Mulai dari Surabaya ke tempat kos-kosan istrinya. Istri dan anaknya sudah dimintai keterangan dan itu sudah kewenangan Densus 88. Kita periksa di satu tempat. Tentunya itu akan nanti menyasar ke temuan yang saya katakan, Densus 88 Mabes Polri," pungkasnya.

Saat menyerang Polsek Wonokromo, Sabtu (17/8) pukul 17.00 Wib, pelaku membawa 1 buah pisau penghabisan, 1 buah celurit, 1 buah ketapel dengan amunisi kelereng, 1 senpi gas gun hitam, 1 buah kaos warna hijau, 1 tas ransel hitam dan 2 lembar kertas fotocopy bertuliskan laillahhaillallah.

Tim gabungan telah menggeledah rumah kos Mustofa yang berada di jalan Sidosermo IV gang I no 10, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, sekitar pukul 19.30 Wib, Sabtu (17/8).

Seorang perempuan yang diduga istri dan tiga anak turut diamankan petugas menggunakan mobil berwarna hitam. Selain itu, petugas membawa dua buah tas dari rumah kos.

Pelaku saat diinterogasi bahwa perbuatan penyerangan Polsek Wonokromo tersebut adalah aksi Amaliyah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Indikator aksi Amaliyah dari pembelajaran yang disampaikan pelaku tadi. Juga ditemukan lambang ISIS yang dibawa pelaku," ujarnya.

 

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.