Minggu, 14 Jun 2026 20:40 WIB

Sebatang Kara, Nenek Sarjinah Relakan Kanker Kulit Gerogoti Matanya

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 18 Agu 2019 10:34 WIB
Nenek Sarjinah tunjukkan rontgen dari dokter
Nenek Sarjinah tunjukkan rontgen dari dokter

jatimnow.com – Nenek Sarjinah (80), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo mengalami penderitaan luar biasa di usianya yang senja.

Ia harus merelakan kehilangan mata kirinya akibat terkena kanker kulit. Wanita yang tinggal sebatang kara di sebuah gubug reot berukuran 4x4 meter ini hanya bisa melihat dengan mata sebelah kanan saja.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ketika jatimnow.com berkunjung ke rumahnya, Nenek Sarjinah sedang berbaring di atas tempat tidur yang terbuat dari bambu.

"Monggo pinarak ten ngajeng (Silahkan duduk di depan)," katanya, Minggu (18/8/2019).

Dengan susah payah, Nenek Sarjinah bangun lalu menuju ruang tamu. Terlihat mata sebelah kiri nenek Sarjinah diperban. Meski begitu bau seperti daging membusuk tercium samar-samar di rumahnya.

"Maaf ya, ini mata nenek ditutupi karena memang menderita sakit kanker. Ini mata nenek sudah hampir hilang," katanya.

Penderitaannya dimulai lima tahun lalu. Saat mandi, Nenek Sarjinah merasakan tiba-tiba tahi lalat yang ada di sekitar matanya lepas.

Tahi lalat yang lepas tersebut akhirnya menimbulkan gatal-gatal berkepanjangan. Ia pun hanya bisa menggaruk saja tanpa bisa mengobatinya karena keterbatasan biaya.

Selama tiga bulan dirinya menderita gatal-gatal di sekitar matanya. Ia juga tidak memeriksakan kondisinya ke dokter karena tidak mempunyai biaya.

Dirinya yang hanya berjualan kembang setaman (bunga untuk ziarah makam) tidak mempunyai biaya untuk berobat. Selain itu, dirinya juga tidak ada yang mengantarkan untuk berobat.

"Muncul gatal-gatal, ya saya garuk saja dengan tangan. Tapi lama-lama juga sakit," jelasnya.

Karena tidak tahan dengan gatal yang terus menyiksa, Ia kemudian meminta tolong kepada tetangga depan rumahnya untuk mengantarkan ke Puskemas.

"Saya minta tolong kepada tetangga di depan yang bernama Sulis mengantarkan. Karena saya sendirian tidak ada keluarga lain," katanya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dari hasil pemeriksaan dokter, Ia didiagnosa menderita penyakit kanker kulit. Ia pun dirujuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo.

"Saya masih takut saat itu. Hanya ingin berobat di puskesmas. Jadi cuma diobati seadanya, hanya diperban begitu saja oleh dokter di puskesmas," jelasnya.

Selama menjalani pengobatan yang dilakukan di puskesmas, penyakit yang ia derita tidak kunjung sembuh. Dengan memberanikan diri, Nenek Sarjina kemudian bersedia berobat ke RSUD dr Harjono dan diperiksa oleh dokter spesialis bedah, dr Heru Iskandar.

"Dokter bilang katanya kanker saya sudah stadium 4. Dan harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya atau di Solo," terangnya.

Rujukan tersebut ditolak oleh Nenek Sarjinah karena tidak mempunyai biaya untuk perjalanan ke Solo. Selain itu dirinya tidak mau merepotkan tetangganya.

"Kalau BPJS saya punya. Tapi kan biaya wira-wiri (perjalanan). Di Solo atau Surabaya tidak mungkin sehari, pasti bolak-balik," katanya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ia hanya bisa berharap agar pemerintah mau untuk memperhatikan kondisinya.

"Pingin sembuh. BPJS sudah punya tapi kan biaya ke Solo tidak ada," katanya.

Dokter spesialis bedah RSUD dr Harjono, dr Heru Iskandar membenarkan jika pihaknya telah memeriksa kondisi Nenek Sarjinah. Namun, untuk mengobatinya tidak bisa dilakukan di RSUD dr Harjono.

"Kami belum ada alatnya. Memang harus dibawa ke rumah sakit type A seperti Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya dan Rumah Sakit dr Mawardi Surakarta," katanya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.