Sabtu, 20 Jun 2026 04:03 WIB

Polisi: Pelaku Penyerangan Polsek Wonokromo Belajar dari Media Sosial

Rumah kos pelaku dipasang garis polisi
Rumah kos pelaku dipasang garis polisi

jatimnow.com - Aksi pelaku penyerangan Polsek Wonokromo yang melukai dua polisi terus didalami polisi. Diketahui jika pelaku Mustafa alias IM alias Ali belajar secara otodidak dari media sosial (medsos) Facebook.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan dari pemeriksaan sementara pelaku diketahui belajar dari medsos.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Pelaku belajar dari media sosial Facebook," tegas Barung, Sabtu (17/8/2019).

Baca juga: 

Kenapa menyerang Polsek Wonokromo pada 17 Agustus bertepatan dengan HUT Republik Indonesia?

"Masih di lidik ya, masih dikembangkan. Yang bersangkutan di bawa Densus," tukasnya.

Saat menyerang Polsek Wonokromo diketahui pelaku membawa 1 buah pisau penghabisan, 1 buah celurit, 1 buah ketapel dengan amunisi kelereng, 1 senpi gas gun hitam, 1 buah kaos warna hijau, 1 tas ransel hitam
dan 2 lembar kertas fotocopy bertuliskan laillahhaillallah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Tim gabungan terdiri dari Densus 88, Jatanras Polrestabes Surabaya dan Brimob Polda Jatim melakukan penggeledahan di rumah kos pelaku penyerangan Polsek Wonokromo.

Tim gabungan tersebut menggeledah rumah kos Mustafa alias IM yang berada di jalan Sidosermo IV gang I no 10, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, sekitar pukul 19.30 Wib.

Dari pantauan jatimnow.com dilokasi, seorang perempuan yang diduga istri dan dua anaknya itu juga diamankan petugas menggunakan mobil berwarna hitam. Selain itu, petugas membawa dua buah tas dari rumah kos.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pelaku saat diinterogasi bahwa perbuatan penyerangan Polsek Wonokromo tersebut adalah aksi Amaliyah.

"Indikator aksi Amaliyah dari pembelajaran yang disampaikan pelaku tadi. Juga ditemukan lambang ISIS yang dibawa pelaku," ujarnya.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.