Minggu, 21 Jun 2026 03:26 WIB

Kisah Perjuangan Anak Yatim di Ponorogo yang Jadi Paskibraka

Andrik Eko Santoso, anggota Paskibraka Ponorogo
Andrik Eko Santoso, anggota Paskibraka Ponorogo

jatimnow.com – Andrik Eko Santoso (17), siswa SMK PGRI 2 Ponorogo patut berbangga setelah menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibraka).

Ia mengemban tugas mengibarkan Bendera Merah Putih di lapangan alun-alun Ponorogo dalam upacara HUT RI ke 74.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Namun, Andrik berbeda dengan teman-temannya. Jika anggota Paskibraka lainnya setiap acara dilihat langsung dengan orang tuanya, namun Andrik tidak.

Bapaknya yang bernama Anang Santoso telah meninggal sedangkan ibunya yang bernama Runtik sedang bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong.

"Hari ini saya berbeda dengan teman-teman lain. Mereka dilihat kedua orang tuanya. Saya hanya ditemani mas dan mbak ponakan saya," kata Andrik sesaat setelah melaksanakan tugas menjadi Paskibraka, Sabtu (17/8/2019).

Meski tidak didampingi oleh orang tuanya, anggota pasukan 17 Paskibraka itu mengaku tetap bangga. Pasalnya menjadi Paskibraka menjadi impian almarhum bapaknya sejak dirinya kecil.

"Saya mewujudkan impian bapak. Kelas 2 SMK lalu saya tidak bisa mewudujukan impian. Ini tahun pembuktian walaupun bapak sudah tidak ada. Jadi saya bangga walaupun ada rasa sedih," ujarnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo mengaku jika menjadi anggota Paskibraka dipersembahkan untuk kedua orang tuanya.

"Untuk ibu nanti saya kirimi video dan foto saat saya bertugas. Saat saya pengukuhan dan saat malam resepsi. Setelah tugas usai saya akan langsung megirimnya," katanya.

Siswa jurusan Teknik Mesin itu mengaku masih ingin mewujudkan cita-citanya sebagai abdi negara. Entah itu menjadi anggota TNI atau anggota Polri.

Baca Juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

"Masih ada satu lagi impian saya dan impian orang tua. Saya akan mewujudkannya," pungkasnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.