Selasa, 16 Jun 2026 00:16 WIB

Tim Dokter Lakukan Bedah Ulang pada Operasi Kembar Siam asal Kendari

Prof Dr dr David Perdanakusuma
Prof Dr dr David Perdanakusuma

jatimnow.com - Tim dokter yang menangani rekonstruksi tubuh salah satu bayi kembar siam asal Kendari sempat melakukan bedah ulang.

Pembukaan jahitan tubuh Azila dilakukan karena pernapasannya sempat terganggu usai dada dan perutnya ditutup.

Baca Juga: 1 Bayi Kembar Siam asal Tulungagung Meninggal Dunia saat Operasi Pemisahan

Proses rekonstruksi pun berjalan lebih lama 3 jam dari Aqila. Hal tersebut lantaran pemasangan plat logam membutuhkan waktu yang cukup lama dan luka ditubuh Azila lebih lebar dibandingkan Aqila.

"Defectnya sekitar 13,5 kali 17 (sentimeter). Dan itu tidak bisa dijahit dengan mudah untuk mempertemukan kulitnya," jelas spesialis bedah plastik, rekonstruksi, dan estetik yang menangani operasi rekonstruksi Aqila-Azila, Prof Dr dr David Perdanakusuma usai operasi, Rabu (14/8/2019).

Proses yang lama untuk menutup luka, David bersama timnya membuat 4 bagian flap. Dua bagian di atas diambil dari otot dada dan kulit dada.

Sementara dua sisanya diambil dari kulit dan otot perut. Dari 4 bagian ini, rongga dada dan perut yang terbuka bisa ditutupi.

"Jadi masing-masing bagian dipertemukan, flap. Membentuk seperti yin dan yang," lanjutnya.

Saat di tengah proses operasi, David bersama timnya sempat menemukan masalah. Saat proses penjahitan perut, pernafasan Azila terganggu. Tim dokter yang menanganinya melihat Azila menarik nafas pendek-pendek.

Baca Juga: Kondisi Bayi Kembar Siam di Tulungagung Membaik, Bisa Rawat Jalan

"Akhirnya kami periksa, ada apa? Mungkin waktu dijahit nafasnya sempat tertahan sehingga responnya begitu. Ketika kita lepas jahitannya, lega lagi," jelasnya.

Hal yang sama juga kembali terjadi saat penjahitan bagian dada. Saat dipertemukan, tiba-tiba warna kulit bagian dada tersebut memucat. David menduga adanya ketegangan kulit sehingga jahitan harus dilepas kembali.

Meski sempat mengulang jahitan beberapa kali, rongga dada dan perut Azila berhasil ditutup dengan baik. David pun memastikan tidak adanya ketegangan kulit yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan Azila.

"Kenapa banyak sayatan dan geser kiri kanan? Supaya tidak tegang. Berbeda kalau datar tidak ada masalah itu enak, tapi di bawah (kulit Azila) ada benda asing meski aman di tanam di tubuh," tukasnya.

Baca Juga: Balita Tercebur Panci Kuah Panas di Ponorogo

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.