Sabtu, 20 Jun 2026 01:55 WIB

Pembangunan Gedung SMP IT Qurota Ayun di Ponorogo Ditolak Warga

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 13 Agu 2019 14:47 WIB
Sejumlah warga demo tolak pembangunan Gedung SMP IT Qurota Ayun di Ponorogo
Sejumlah warga demo tolak pembangunan Gedung SMP IT Qurota Ayun di Ponorogo

jatimnow.com - Sejumlah warga Durisawo, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo menggelar aksi menolak pendirian gedung Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Qurota Ayun, Selasa (13/8/2019). Mereka menghentikan peletakkan batu pertama bangunan tersebut.

Pantauan di lapangan, para warga mendatangi lokasi peletakkan batu pertama pembangunan gedung SMP IT Qurota Ayun tersebut dengan membawa beberapa poster penolakan.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Koordinator aksi, Agus Budiarto mengatakan, warga sudah mengeluh terkait sekolah dari Yayasan Qurota Ayun. Ia menyebut, awalnya yayasan itu hanya mendirikan SD, tapi sekolah itu justru memberikan dampak kemacetan dan lainnya.

"Makin lama makin ramai dan makin macet, malah ini mau mendirikan gedung lagi. Mereka tiba-tiba mendirikan gedung dan tidak ada pemberitahun ke masyarakat," ungkap Agus.

Menurut Agus, saat ini di Lingkungan Durisawo sudah ada beberapa sekolah dengan posisi saling berdekatan.

Mediasi dilakukan antara warga yang menolak dan yayasan pendiri SMP IT di PonorogoMediasi dilakukan antara warga yang menolak dan yayasan pendiri SMP IT di Ponorogo

"Warga asli sini seperti tersingkir, tidak mempunyai tempat di Lingkungan Durisawo," tambahnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Tidak hanya itu, lanjut Agus, pendirian bangunan SMP IT Qurota Ayun tanpa izin terlebih dahulu kepada warga sekitar. Hal itu yang menjadi salah satu pemiciu warga melakukan penolakan.

"Tidak ada sekolah baru di sekitar Durisawo lagi. Kami menolak keras," tegasnya.

Sementara, Kepala SMP IT Qurota Ayun, Arif Yeni Farianto mengaku bahwa legalitas pendirian sudah selesai tahun 2012. Ia juga memastikan bahwa pendirian bangunan ini bukan bangunan baru.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Kami kan bukan mendirikan SMP baru ya. Kita kan sebelumnya satu lingkungan dengan SD. Alhamdulillah perkembangan baik, posisi kelas terbatas. Ketika yayasan ada amanah, di sini kita berencana memang pengembangan ke sini," bebernya.

Perihal izin, Arif menyebut bila dirinya tidak bisa berbuat banyak, lantaran izin merupakan domain dari yayasan bagian pembangunan.

"Saya fikir ini masih perlu didiskusikan lagi. Yayasan kami kan belum lengkap. Kami sampaikan ke yayasan untuk diskusi," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.