Kamis, 18 Jun 2026 09:22 WIB

Tanggul Penampung Lumpur Proyek di Surabaya Disebut Salahi Prosedur

Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya saat berada di TKP penampungan lumpul yang jebol
Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya saat berada di TKP penampungan lumpul yang jebol

jatimnow.com - Jebolnya penampungan lumpur proyek pembangunan Gedung PT Sinar Suri, Jalan Raya Sukomanunggal No. 168, Surabaya yang menimbun satu orang hingga tewas diselidiki polisi. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya mulai melakukan identifikasi.

Kasubdit Fiskom Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya AKBP Joko Siswanto mengatakan, Tim Labfor mengambil sampel untuk menentukan titik awal terjadinya kecelakaan di proyek tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami mencari lokasi awal ambrolnya sama penyebabnya apa, labfor dalam rangka itu. Ini ambel sampel untuk kita periksa nanti," terang Joko, Senin (12/8/2019) di TKP.

Tim labfor juga melalukan olah TKP dan menyita sejumlah barang bukti untuk diuji. Tim Labfor ini didatangkan Polrestabes Surabaya setelah berhasil mengevakusi jasad Imam Syafi'i (35), salah satu karyawan PT Ardiles yang tertimbun luapan lumpur.

Baca juga:  

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Mungkin proses pengujian sampel bisa sampai seminggu. Tuntutan daripada warga masyarakat di sini berkaitan dengan masalah proses hukum jelas, sudah kita jawab dengan menurunkan tim teknis dari labfor," jelasnya.

Joko melanjutkan, kesimpulan sementara kecelakaan terjadi akibat proses pembangunan. Menurutnya pembuatan tanggul menyalahi prosedur.

"Bukan izinnya. Ini proses pembangunannya, temboknya tidak ada cor. Mandor, tukang ini dari teknik mesin, jadi hanya faktor pengalaman saja. Tanpa ada satu biji pun besi, ya tinggal menunggu aja ambrolnya. Yang jelas menyalahi prosedur," tuturnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain mengambil sampel, Tim Labfor akan melakukan pengurasan lumpur yang ada di proyek dan menghentikan pembangunan sembari menunggu proses hukum yang saat ini mulai berjalan.

"Proses hukum tetap berjalan dan permintaan warga, lumpur yang ada di lokasi penampungan dikuras akan kita kuras. Supaya tidak menimbulkan gejala berikutnya, karena cukup membahayakan. Otomatis pembangunan dihentikan hanya sementara, police line dibuka," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.