Senin, 15 Jun 2026 15:22 WIB

Ponorogo Diet Plastik, Pesanan Besek Bambu Melejit

Pengrajin besek bambu di  Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo
Pengrajin besek bambu di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Kerajinan besek bambu di Ponorogo kembali bergairah menyusul ramainya kampanye diet plastik. Sebab masyarakat mulai meninggalkan plastik dan ramai-ramai membeli wadah berbahan non plastik.

Dampak diet plastik salah satunya dirasakan Temtrem, salah satu pengrajin sekaligus pengepul besek di Ponorogo. Di depan rumahnya di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Tentem dengan telaten merajut bambu hingga menjadi besek.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Tangan Tentrem terlihat cekatan membuat besek yang terbuat dari bambu jenis apus itu. Dengan cepat, tumpukan besek pun jadi dan siap dijual.

"Satu besek butuh waktu sekitar 30 menit. Saya membuatnya setelah pergi melihat tanaman di sawah," ungkap Tentrem, Kamis (8/8/2019).

Menurut Tentrem, pesanan besek melejit jelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha. Sebab ada aturan dari pemerintah agar masyarakat tidak menggunakan plastik untuk daging kurban.

"Sekarang yang cari bukan hanya pedagang di pasaran. Tetapi takmir-takmir masjid mulai ke rumah untuk memesan," tutur Tentrem.

Pengrajin besek bambu di Ponorogo bersiap mengantar pesananPengrajin besek bambu di Ponorogo bersiap mengantar pesanan

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sementara, Rusmini, pengepul sekaligus pengrajin besek Desa Gandu, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo mengaku mengaku, belakangan besek menjadi primadona. Tidak hanya dari takmir masjid di Ponorogo saja yang memesan, melainkan dari kota tetangga.

Saking banyaknya pesanan, wanita 67 tahun itu tidak bisa memenuhi semuanya. Apalagi pesanan mencapai 100 ribu besek. Untuk memenuhi pesanan, Rusmini dan menantunya mengumpulkan besek dari para pengrajin lain di Ponorogo.

"Pesanan tetap kami terima dengan batasan jumlah tertentu. Karena tenaga saya sudah tidak kuat," ungkapnya.

Besek paling kecil dijual dengan harga Rp 1.500, sedangkan paling besar dibandrol Rp 30 ribu.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Alhamdulillah bisa kembali lagi seperti sediakala. Jadi pengrajin makin semangat," harapnya.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menerapkan aturan diet kantong plastik. Aturan tersebut diberlakukan atas Surat Edaran(SE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya Nomor SE.8/PSLB3/PS/PLB.0/5/2016, tentang pengurangan sampah plastik melalui kantong belanja plastik sekali pakai.

Pemkab Ponorogo mengimbau masyarakat untuk menghindari kantong plastik saat mewadahi daging hewan kurban.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.